Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi Jembatan Blangkejeren–Kutacane Dipercepat, Akses Vital Gayo Lues–Aceh Tenggara Dipulihkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Revitalisasi Jembatan Blangkejeren–Kutacane Dipercepat, Akses Vital Gayo Lues–Aceh Tenggara Dipulihkan
Foto: (Sumber: Sebuah minibus melintasi jalur sementara yang dibuat sebagai alternatif selama masa pembangunan jembatan di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara pada Selasa (3/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum bersama Hutama Karya mempercepat revitalisasi jembatan di sepanjang jalur lintas Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Tenggara setelah jalur tersebut sempat terputus akibat bencana banjir.

Salah satu jembatan yang direvitalisasi berada di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, yang merupakan akses vital pada ruas jalan Blangkejeren–Kutacane.

Pengawas Lapangan Hutama Karya Dahlan Simbolon menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan dengan membuat jalur alternatif menggunakan penyangga jumbo bag berisi material pasir dan batu kali.

“Pertama-tama, kita bikin dulu proteksinya dengan jumbo bag sebelum kita masuk ke pekerjaan utama, supaya nanti lalu lintasnya lancar, tidak terhambat. Ini untuk penanganan sementara, karena kita nanti untuk permanen kita akan bekerja di atas jembatan,” ungkap Dahlan Simbolon.

Setelah penanganan sementara, Hutama Karya akan melanjutkan ke pekerjaan permanen dengan tahapan pembuatan bore pile.

Bore pile tersebut dibuat untuk pembangunan dinding penahan tanah atau DPT agar konstruksi jembatan menjadi lebih kuat.

Langkah ini dilakukan karena bencana besar pada akhir 2025 menyebabkan sejumlah keretakan pada beberapa titik jembatan.

Untuk mempercepat pekerjaan, disiagakan empat unit ekskavator dan 10 orang pekerja di lokasi proyek.

“Kita akan berusaha menyelesaikan proyek ini secepatnya, supaya bisa digunakan masyarakat dan bisa menikmati kenyamanan seperti semula. Kalau jalannya terhambat, pasti ekonomi masyarakat juga akan mengalami kendala,” ujar Dahlan Simbolon.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pascabencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera.

Prioritas utama pemerintah adalah membuka seluruh akses darat yang terdampak bencana agar distribusi bantuan dan peralatan dapat berjalan lancar.

“Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif,” kata Dody Hanggodo.

Data Kementerian PU mencatat terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir di Provinsi Aceh yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional.

Sebanyak 14 jembatan di Provinsi Aceh dilaporkan putus akibat bencana tersebut.

Kementerian PU juga melakukan perbaikan jalan nasional melalui pengisian agregat dan aspal pada jalan yang amblas.

Penanganan lainnya meliputi pemasangan bronjong, geotekstil, pembuatan dinding penahan tanah, penutupan longsoran menggunakan terpal, serta penimbunan ulang dan pemadatan jalan.

Penulis :
Ahmad Yusuf