Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Pertambangan

Tim ESDM Turun Langsung ke Lokasi Longsor Tambang Timah di Bangka, Enam Pekerja Tewas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tim ESDM Turun Langsung ke Lokasi Longsor Tambang Timah di Bangka, Enam Pekerja Tewas
Foto: Wakil Menteri ESDM Yuliot memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi” yang digelar di Jakarta, Selasa 3/2/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan tim dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi (Dirtekling) untuk memeriksa lokasi longsor tambang bijih timah yang terjadi di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Senin (2/2) sore.

Pemerintah Turun Tangan, Soroti Tata Kelola Pertambangan

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengonfirmasi bahwa tim dari Direktorat Teknik dan Lingkungan telah diturunkan langsung ke lokasi kejadian.

"Ini ada Direktur Tekling yang turun ke lapangan, ke Bangka Belitung", ujarnya saat ditemui dalam acara “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi” di Jakarta, Selasa.

Yuliot menekankan pentingnya penerapan tata kelola pertambangan yang baik sebagai langkah pencegahan terhadap insiden serupa di masa depan.

"Kuncinya ada di tata kelola. Tata kelola pertambangan yang baik itu harus diimplementasikan", ungkapnya.

Longsor tersebut terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIB saat para pekerja tengah melakukan aktivitas pencarian bijih timah.

Peristiwa disertai dengan suara keras dari tanah yang longsor secara mendadak.

Tambang Diduga Ilegal, Enam Korban Ditemukan Tewas

Tambang bijih timah yang terkena longsor diduga merupakan tambang inkonvensional milik pribadi yang tidak memiliki dokumen perizinan resmi.

Meski demikian, lokasi tambang berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka melaporkan bahwa delapan orang tertimbun dalam kejadian tersebut.

Enam dari delapan pekerja yang tertimbun telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan.

Tiga korban ditemukan pada Senin malam, sementara tiga lainnya ditemukan pada Selasa (3/2) dini hari.

Satu pekerja berhasil ditemukan dalam keadaan selamat namun mengalami luka di bagian kaki.

Satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan sejak pagi hari.

"Tim gabungan melanjutkan pencarian satu orang yang belum ditemukan hari ini dimulai sekitar pukul 06.00 WIB", kata Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah.

Penulis :
Leon Weldrick