Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ledakkan Botol Molotov Gegerkan SMPN 3 Sungai Raya, Diduga Dilakukan oleh Siswa Sendiri

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Ledakkan Botol Molotov Gegerkan SMPN 3 Sungai Raya, Diduga Dilakukan oleh Siswa Sendiri
Foto: Personel Den Gegana Sat Brimob Polda Kalbar melakukan olah tkp di lokasi peledakan bom rakitan di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (sumber: ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang)

Pantau - Sebuah insiden pelemparan bom molotov terjadi di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (2/2) sekitar pukul 10.40 WIB.

Polisi Amankan Terduga Pelaku, Diduga Siswa Sekolah

Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, menyampaikan bahwa aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan menangkap terduga pelaku.

"Yang diduga sebagai pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kejadian ini," ungkapnya.

Terduga pelaku diketahui telah diamankan di Pos Sungai Raya dan sedang menjalani pemeriksaan secara intensif.

Berdasarkan informasi awal, terduga pelaku diduga merupakan salah satu siswa dari SMP Negeri 3 Sungai Raya.

"Untuk sementara diduga salah satu siswa, namun kami masih dalami. Terkait apakah ini terorisme atau lainnya, untuk saat ini tidak sampai ke situ," ia mengungkapkan.

Api Cepat Dipadamkan, Tak Ada Korban Jiwa

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang kemudian memicu percikan api dan kepulan asap.

Pihak sekolah dan warga sekitar yang sigap berhasil memadamkan api sebelum merambat ke bangunan utama sekolah.

"Situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Tidak ada korban jiwa," ungkapnya.

Personel Polsek Sungai Raya langsung mengamankan lokasi, sementara Tim Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Tim Laboratorium Forensik Polda Kalbar melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.

Polisi memastikan bahwa kondisi sekolah kini sudah aman dan terkendali.

Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan pengawasan dari aparat kepolisian.

Kompol Andri Syahroni juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.

"Kami minta masyarakat tetap tenang dan melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang beredar. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Nanti akan kami sampaikan secara lengkap setelah hasil penyelidikan dan laboratorium forensik keluar," tuturnya.

Penulis :
Shila Glorya