
Pantau - Sebuah unggahan di media sosial Facebook membuat geger warganet setelah menyebarkan narasi bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ingin menjadikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai presiden pada tahun depan.
Narasi Tidak Berdasar dan Tidak Didukung Fakta
Unggahan tersebut menampilkan percakapan fiktif antara Presiden Prabowo dan Purbaya yang menggambarkan seolah-olah Prabowo menawarkan jabatan presiden kepada Purbaya dan bersedia mundur jika tawaran itu diterima.
Berikut kutipan narasi dalam unggahan yang beredar:
“Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURB4YA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4YA mala menolak??”
“PR4BOWO: PURB4YA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur..”
“PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya, bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu”
“Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”
Setelah dilakukan penelusuran oleh wartawan, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Presiden Prabowo mengenai keinginan menjadikan Purbaya sebagai presiden ataupun menyatakan ingin mengundurkan diri dari jabatannya.
Tidak ada pemberitaan dari media kredibel yang menguatkan narasi tersebut.
Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjalankan tugas sebagai kepala negara, dan tidak ada indikasi yang menunjukkan rencana politik seperti yang disebutkan dalam unggahan itu.
Simpulan dan Klarifikasi
Klaim: Prabowo ingin jadikan Purbaya sebagai presiden
Rating: Hoaks
Narasi tersebut tidak memiliki dasar dan termasuk informasi palsu yang menyesatkan publik.
Sebagai tambahan, Prabowo memang diketahui memanggil sejumlah tokoh, termasuk Airlangga Hartarto, Purbaya Yudhi Sadewa, Bahlil Lahadalia, dan Rosan Roeslani dalam beberapa rapat terbatas di Istana, namun tidak terkait dengan pengalihan kekuasaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







