
Pantau - Pemerintah mendorong percepatan pembangunan jalur MRT lintas timur-barat rute Kembangan–Balaraja guna mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas wilayah barat Jakarta hingga Banten.
Jalur ini dirancang sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan terkoneksi langsung dengan kawasan pengembangan seperti Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.
"Bahkan, kami menilai MRT Kembangan–Balaraja ini meningkatkan kualitas hidup serta bisa jadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota-kota lain di Indonesia," ungkap perwakilan pengembang.
Proyek Strategis Nasional dengan Jalur 30 KM dan 14 Stasiun
Proyek MRT Kembangan–Balaraja dirancang sepanjang kurang lebih 30 kilometer, dengan 14 stasiun dan satu depo yang akan berlokasi di Balaraja.
Rute ini akan menggunakan konstruksi melayang (elevated) untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas dan lahan warga.
Tiga fokus utama dalam kajian proyek meliputi aspek kelembagaan, keuangan, dan teknis, termasuk trase dan elemen pendukung lainnya.
Kehadiran MRT dinilai akan memberikan nilai tambah signifikan bagi kawasan-kawasan di sepanjang koridor, khususnya Kabupaten Tangerang yang menjadi titik pengembangan sejumlah kawasan hunian dan komersial besar.
Paramount Land menyatakan siap mendukung penuh pembangunan infrastruktur ini sesuai dengan visi jangka panjang perusahaan.
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan dan pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten," jelas pengembang.
Komitmen Pemerintah dan MRT Jakarta Percepat Interkoneksi Transportasi Publik
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT MRT Jakarta dan para pengembang telah dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta.
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
Tuhiyat menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud dari mandat MRT Jakarta untuk membangun sistem transportasi perkotaan yang modern, aman, dan berkelanjutan.
"Bagi MRT Jakarta, ini merupakan bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, dan andal, serta berkelanjutan," ujarnya.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kerja sama lintas provinsi ini menjadi momen penting bagi pengembangan sistem MRT secara menyeluruh.
"Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah, pengembang, dan MRT Jakarta, khususnya dalam aspek pembiayaan dan perencanaan proyek. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan sekitar stasiun MRT, terutama untuk mendorong penggunaan transportasi massal.
"Adanya MRT Lintas Timur Barat, diharapkan terjadi perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien. Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif ini dan mendukung serta meyakini sepenuhnya bahwa pembangunan transportasi massal yang terintegrasi adalah fondasi bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







