
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa anggaran Kementerian PU tahun 2026 yang mencapai Rp118,50 triliun akan difokuskan pada penguatan jaringan irigasi pertanian dan peningkatan konektivitas wilayah.
"Kami memastikan bahwa penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah tetap menjadi prioritas. Seluruh komitmen awal akan kami penuhi melalui optimalisasi anggaran serta penguatan pelaksanaan di lapangan," ungkapnya.
Fokus utama penggunaan anggaran tahun 2026 adalah memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan konektivitas antarwilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Fokus Sumber Daya Air untuk Dukung Produktivitas Pertanian
Di bidang Sumber Daya Air (SDA), Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,74 triliun.
Prioritas program di sektor ini mencakup peningkatan produktivitas lahan pertanian serta penguatan dan keberlanjutan sistem irigasi.
Program utama SDA meliputi pembangunan jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 97.430 hektare.
Pengendalian banjir sepanjang 82 km juga direncanakan untuk melindungi kawasan pertanian dan permukiman, serta pengamanan pantai sepanjang 8 km untuk menjaga kawasan pesisir dan lahan produktif.
Dukungan terhadap ketersediaan air dilakukan melalui penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 titik, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 lokasi.
Peningkatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Dorong Konektivitas Wilayah
Di bidang jalan dan jembatan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45,62 triliun.
Fokus program ini adalah pembangunan jalan baru sepanjang 158 km untuk membuka akses ke kawasan produksi dan wilayah terpencil, serta peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 km guna memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik.
Untuk infrastruktur jembatan, direncanakan pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 2,2 km, preservasi sepanjang 93,8 km, serta penggantian sepanjang 2,1 km.
Pembangunan 105 unit jembatan gantung ditargetkan untuk membuka keterisolasian wilayah perdesaan, disertai pembangunan flyover dan underpass sepanjang 262 meter.
Selain itu, pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 km juga akan dilakukan guna mempercepat konektivitas antarwilayah.
Preservasi rutin juga akan dilakukan terhadap jalan nasional sepanjang 46.000 km dan jembatan sepanjang 472 km.
Penanganan jalan daerah meliputi pembangunan dan preservasi jalan sepanjang 50 km dan jembatan sepanjang 305 meter.
Peningkatan konektivitas ini ditujukan untuk mempercepat distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke pasar dan meningkatkan daya saing wilayah.
- Penulis :
- Shila Glorya







