Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendagri Tegaskan Presiden Prabowo Lakukan Mobilisasi Nasional Tangani Dampak Bencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendagri Tegaskan Presiden Prabowo Lakukan Mobilisasi Nasional Tangani Dampak Bencana
Foto: (Sumber: Arsip foto - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (tengah) didampingi pejabat lainnya dalam penyaluran alat pembersih lumpur di Aceh Taming, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam dalam merespons bencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera.

Tito menyampaikan bahwa Presiden telah melakukan mobilisasi nasional untuk memastikan renovasi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak bencana menjadi prioritas utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito berdasarkan rilis Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta pada Kamis.

Mobilisasi Nasional dan Fokus Pemulihan Warga

Tito menjelaskan mobilisasi nasional tersebut melibatkan seluruh kekuatan negara.

Unsur yang dikerahkan meliputi TNI, Polri, BNPB, Badan SAR, serta seluruh kementerian terkait.

Seluruh unsur tersebut diperintahkan bergerak menuju daerah-daerah yang terdampak bencana.

Menurut Tito, perhatian Presiden tidak hanya terbatas pada penanganan darurat bencana.

Presiden juga fokus pada pemulihan kehidupan warga terdampak, khususnya pemenuhan kebutuhan tempat tinggal.

Tito menegaskan kembali bahwa negara hadir dan Presiden benar-benar memperhatikan upaya membantu para korban bencana.

Skema Bantuan Rumah dan Validasi Data

Pemerintah pusat telah menyiapkan skema bantuan renovasi rumah berdasarkan tingkat kerusakan.

Rumah dengan kategori rusak ringan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta.

Rumah dengan kategori rusak sedang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta.

Rumah dengan kategori rusak berat atau hilang akan mendapatkan bantuan sebesar Rp60 juta.

Untuk rumah rusak berat yang tidak dapat dihuni kembali, pemerintah menyiapkan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang.

Pemerintah juga menyediakan hunian sementara serta dana tunggu hunian bagi warga terdampak.

Dana tunggu hunian diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan dengan total Rp1,8 juta.

Dana tersebut juga dapat dimanfaatkan warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kontrakan.

Tito menyampaikan bahwa anggaran renovasi dan bantuan perumahan telah disetujui dan siap disalurkan melalui BNPB.

Ia meminta Kepala BNPB agar anggaran tersebut segera dieksekusi pada minggu berikutnya.

Tito menekankan pentingnya data yang akurat dari pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran.

Proses validasi data dilakukan dengan melibatkan Badan Pusat Statistik karena dana bantuan merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan.

Dengan langkah tersebut, Tito menegaskan arahan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni negara harus hadir, bergerak cepat, dan memastikan warga korban bencana kembali memiliki rumah yang layak dan aman.

Penulis :
Aditya Yohan