
Pantau - Gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB dan dipastikan oleh BMKG sebagai jenis gempa megathrust dengan kedalaman dangkal yang tidak berpotensi tsunami.
Gempa Berasal dari Zona Subduksi Selatan Jawa
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik (thrusting), yang merupakan ciri khas gempa di zona subduksi megathrust selatan Pulau Jawa.
"Gempa ini patut disyukuri karena tidak mencapai magnitudo 7,0, jika lebih besar bisa memicu tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa," ungkapnya dalam grup informasi kegempaan nasional di Jakarta.
BMKG mendeteksi pusat gempa berada di laut, tepatnya 58 kilometer tenggara Kota Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer.
Secara geografis, wilayah Pacitan berada langsung di hadapan zona megathrust Jawa, yang memiliki banyak teluk dan pantai sempit sehingga berpotensi memperkuat amplitudo gelombang tsunami jika terjadi gempa besar.
Wilayah Pacitan juga memiliki catatan sejarah tsunami, antara lain pada 4 Januari 1840 dan 20 Oktober 1859, yang dipicu oleh gempa besar di zona subduksi selatan Jawa.
Dampak dan Wilayah yang Merasakan Guncangan
BMKG mencatat gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman.
Wilayah lain yang merasakan gempa dengan intensitas III MMI antara lain Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, dan Banjarnegara, sementara intensitas II MMI dirasakan di Tuban dan Jepara.
Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 01.35 WIB, belum terpantau adanya gempa susulan.
Data sementara dari BPBD Jawa Timur menunjukkan dampak gempa antara lain:
- Satu rumah rusak berat di Pacitan
- Satu rumah rusak ringan di Wonogiri
- Empat rumah rusak ringan di Bantul
- Satu rumah rusak ringan di Sleman
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







