
Pantau - Jalur transmisi listrik 500 kilovolt (kV) antara China dan Laos resmi terhubung penuh pada 5 Februari 2026, menjadikannya salah satu proyek strategis energi bersih terbesar di Asia Tenggara dan simbol penguatan kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative.
Salurkan Listrik Dua Arah, Dorong Transisi Energi Bersih
Proyek interkoneksi ini menghubungkan secara fisik titik Mohan di Provinsi Yunnan (China) dan Boten di Laos, dengan total panjang jalur mencapai 177,5 kilometer—sepanjang 145 km di wilayah China dan 32,5 km di wilayah Laos.
Jalur ini memiliki kapasitas transmisi dua arah sebesar 1,5 juta kilowatt dan mampu menyalurkan hingga 3 miliar kilowatt-jam (kWh) energi bersih per tahun.
Proyek ini diharapkan membentuk koridor hijau energi yang efisien di kawasan Lancang–Mekong, sekaligus memperkuat integrasi infrastruktur energi lintas negara di Asia.
Inovasi Teknologi dan Perlindungan Lingkungan
Konstruksi jalur transmisi ini memanfaatkan sejumlah teknologi canggih dan metode logistik inovatif, termasuk penggunaan helikopter dan drone besar, serta teknologi pemetaan LiDAR dan alat penarik visual terintegrasi.
Lebih dari 5.000 ton material berhasil diangkut secara efisien ke lokasi proyek, termasuk area dengan medan sulit.
Selain fokus pada efisiensi, proyek ini juga memperhatikan aspek lingkungan secara serius.
Optimalisasi rute jalur berhasil mengurangi panjang total hingga 6 km, menyelamatkan lebih dari 30.000 pohon, serta menekan kebutuhan penebangan hingga lebih dari 83%.
Dampak terhadap kawasan konservasi alam juga diminimalkan hingga lebih dari 90%, menjadikan proyek ini sebagai model konstruksi berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan ekologi.
Perkuat Kerja Sama Regional dan Model Energi Masa Depan
Proyek interkoneksi ini mengikuti jejak keberhasilan pembangunan kereta api cepat China–Laos, memperluas kerja sama bilateral dari sektor transportasi ke sektor energi.
Sebagai bagian dari strategi regional Belt and Road Initiative, jalur transmisi China–Laos memperkuat konektivitas energi bersih di Asia, sekaligus mendukung transisi energi rendah karbon di kawasan.
Proyek ini menandai langkah besar menuju sistem kelistrikan regional yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan, serta memperkuat posisi China dan Laos dalam jaringan energi masa depan Asia.
- Penulis :
- Aditya Yohan







