
Pantau - Perusahaan asal China, CIMC Group, melalui anak usahanya CIMC Enric, resmi menjalin kerja sama strategis dalam proyek integrasi baja dan kokas di Kawasan Industri Morowali Indonesia (IMIP), dengan fokus pada produksi LNG biru dan metanol biru.
Produksi LNG dan Metanol untuk Pasar Domestik
Dalam kerja sama ini, CIMC Enric menandatangani dua perjanjian penting, yaitu perjanjian usaha patungan dan perjanjian pasokan gas kokas, bersama dua raksasa industri: Qingshan Holding Group Co., Ltd. dan Nanjing Iron & Steel Co., Ltd.
Proyek yang diberi nama Qingshan Indonesia Project ini akan berlokasi di kawasan IMIP dan menjadi proyek integrasi baja dan kokas pertama milik CIMC Group yang dibangun di Indonesia.
Adapun kapasitas produksi tahunannya dirancang mencapai 180.000 ton LNG biru dan 100.000 ton metanol biru.
Setelah beroperasi, CIMC Enric bersama mitra akan menjamin pasokan gas bahan baku yang stabil, dengan seluruh output ditargetkan untuk diserap oleh pasar domestik.
Langkah ini dinilai strategis karena Indonesia merupakan negara pengimpor metanol, sehingga produksi metanol dalam negeri diharapkan dapat memperkuat industri kimia dan mendukung produksi biodiesel nasional.
"Model ini mengusung skenario tertutup dari sumber daya hingga aplikasi akhir, guna membentuk model energi bersih yang sesuai dengan kondisi lokal," demikian pernyataan resmi perusahaan.
Jawaban atas Tantangan Energi di Indonesia
Indonesia diketahui memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga di Asia-Pasifik dan termasuk dalam 10 besar dunia untuk produksi tahunan.
Namun, kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, serta distribusi infrastruktur energi yang belum merata, menyebabkan sektor-sektor industri seperti pertambangan, peleburan, dan manufaktur kesulitan mendapatkan akses terhadap energi yang stabil, murah, dan rendah karbon.
Kawasan IMIP telah dikenal sebagai kawasan industri terintegrasi yang mencakup rantai produksi dari hulu ke hilir, seperti penambangan, pengolahan baja nirkarat, hingga proyek material baterai dan industri kokas.
Model energi yang diterapkan dalam proyek ini mencakup berbagai aplikasi hilir, antara lain:
- Mikrogrid listrik tambang berbasis “LNG + penyimpanan energi surya”
- Pembangkit listrik LNG terdistribusi di pulau-pulau terpencil
- Transportasi logistik menggunakan truk berat berbahan bakar LNG
Model ini disebut sebagai “siklus tertutup pulau” yang dirancang untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.
Proyek ini menjadi proyek kelima dari jenis serupa yang dikerjakan CIMC Group secara global, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai lokasi strategis dalam rantai pasok energi bersih masa depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







