Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Robin Zeng: Energi Terbarukan Harus Jadi Solusi Ekonomi, Bukan Sekadar Isu Iklim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Robin Zeng: Energi Terbarukan Harus Jadi Solusi Ekonomi, Bukan Sekadar Isu Iklim
Foto: (Sumber: (PRNewsfoto/Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL)).)

Pantau - Chairman dan CEO Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), Dr. Robin Zeng, menyerukan kolaborasi global dalam mempercepat transisi energi menuju masa depan nol karbon, dalam pidatonya di World Laureate Summit dan World Governments Summit di Dubai, pada 3 Februari 2026.

Energi Terdistribusi, Cerdas, dan Sirkular Jadi Masa Depan

Zeng menyebut bahwa dunia saat ini berada di tengah revolusi energi yang tak terhindarkan, bergerak dari dominasi bahan bakar fosil ke arah tenaga angin, matahari, dan penyimpanan energi berbasis baterai.

"Adopsi energi bersih kini bukan hanya karena alasan iklim, tapi karena sudah layak secara ekonomi," tegas Zeng.

Ia menjelaskan bahwa biaya baterai lithium iron phosphate (LFP) dan tenaga surya telah turun sekitar 80% dalam sepuluh tahun terakhir, menurut data IEA dan BloombergNEF.

Zeng menyampaikan bahwa sistem energi masa depan akan bersifat terdistribusi, cerdas, dan sirkular.

Sistem terdistribusi akan menggantikan sistem terpusat berbasis fosil, sangat relevan untuk wilayah dengan infrastruktur listrik lemah.

CATL telah menerapkan sistem tenaga surya-plus-penyimpanan di Chile dan Kongo yang menghasilkan listrik seperempat biaya dari generator diesel.

Di Pakistan, PLTS terdistribusi di pabrik semen yang menggunakan penyimpanan energi CATL mampu memangkas biaya listrik hingga 50%.

Di California, penyimpanan energi membantu mengatasi duck curve, dengan lebih dari 1.800 jam pemenuhan kebutuhan listrik penuh dari energi bersih sepanjang 2025.

CATL juga mengembangkan teknologi grid-forming bertegangan tinggi yang memungkinkan sistem tenaga tanpa karbon tetap stabil dan mendukung fitur black-start.

Teknologi ini telah digunakan di kawasan industri off-grid di Tiongkok yang sepenuhnya ditenagai oleh PLTB, PLTS, dan penyimpanan energi.

Dalam hal kecerdasan sistem, AI telah diterapkan CATL dalam pengelolaan energi di Pusat Data AI SenseTime di Shanghai.

Sementara dalam aspek sirkularitas, Zeng menyoroti pentingnya daur ulang material seperti nikel, kobalt, dan litium.

CATL mencatatkan tingkat daur ulang tertinggi di industri: 99,6% untuk nikel dan kobalt, serta 96,5% untuk litium.

CATL juga bekerja sama dengan LSM dan mitra industri untuk memperkuat ekonomi sirkular.

Tantangan Teknologi dan Komitmen CATL

Robin Zeng menegaskan bahwa era energi berkelanjutan akan dimulai pada 2030, namun menyebut bahwa kemajuan sains harus didorong oleh kecepatan rekayasa dan manufaktur.

Saat ini, teknologi yang tersedia baru memenuhi sekitar 30% dari kebutuhan sistem energi berkelanjutan global.

Sebagian besar teknologi disruptif masih dalam tahap riset dasar.

CATL telah menciptakan berbagai terobosan seperti baterai teterkondensasi, solid-state, dan surya perovskit, namun Zeng menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah membawa inovasi-inovasi tersebut ke pasar.

CATL juga berkomitmen besar terhadap riset dan pengembangan, bahkan menyatakan bahwa investasi litbang mereka melebihi gabungan seluruh pemain industri lainnya.

Zeng menegaskan bahwa perubahan iklim adalah isu energi dan pembangunan, bukan semata isu lingkungan.

Ia menyatakan kesiapan CATL untuk berbagi teknologi dan pengalaman, termasuk melalui lisensi teknologi dan pendekatan produksi lokal untuk pasar lokal.

Ia juga mengusulkan pembentukan kawasan ekonomi khusus dengan standar efisiensi bangunan dan peralatan, sebagaimana telah diterapkan di Tiongkok, guna mempercepat adopsi energi hijau.

Mengutip riset dari Columbia University, ia memperingatkan bahwa suhu global bisa meningkat hingga 1,7°C pada 2027 jika transisi energi tidak segera dilakukan secara serius.

Ia menutup pidatonya dengan seruan kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat global untuk mempercepat transisi menuju energi nol karbon demi meninggalkan warisan bumi yang sehat dan hijau bagi generasi mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf