
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan nasional sebagai bagian penting dari penguatan pendidikan tinggi di Indonesia.
Kampus sebagai Pusat Ilmu dan Kebudayaan
Pernyataan tersebut disampaikan Brian Yuliarto dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, pada 6 Februari 2026.
Brian menegaskan bahwa sejarah dan kebudayaan merupakan bidang strategis yang perlu diperkuat dalam ekosistem pendidikan tinggi.
"Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional," ujarnya.
Ia memandang perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu yang berpijak pada nilai-nilai budaya dan tetap relevan dengan tantangan zaman.
Penguatan kajian sejarah dan kebudayaan di kampus juga dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara menyeluruh.
Sinergi Dua Kementerian untuk Identitas Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kesempatan yang sama menilai pentingnya merawat kedekatan historis antara perguruan tinggi dan kebudayaan.
Ia menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta membentuk ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.
"Keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi dalam pemajuan kebudayaan harus menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat identitas dan peradaban bangsa," ujar Fadli Zon.
Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen bersama antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat peran kampus melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dalam mendukung kebudayaan Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka







