
Pantau - Puluhan ribu jamaah laki-laki memutihkan Kota Palembang dalam puncak Ziarah Kubro 2026, sebuah tradisi sakral tahunan untuk mengenang jasa ulama penyebar Islam di Bumi Sriwijaya.
Sejak pagi, ribuan jamaah tampak beriringan berjalan kaki dari kawasan Jembatan Musi IV menuju sejumlah titik makam ulama.
Tradisi Ziarah Kubro hanya diikuti oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan menyaksikan dari tepi jalan dan jembatan, menciptakan suasana khidmat dan penuh haru.
Warga Palembang memaknai Ziarah Kubro sebagai warisan spiritual dan sejarah yang mempererat kebersamaan umat Islam.
Ziarah ini juga mencerminkan hubungan historis Palembang dengan Hadramaut, Yaman, daerah asal banyak ulama besar yang berdakwah di wilayah Sumatera Selatan.
Haul Ulama Besar dan Napak Tilas Sejarah Warnai Puncak Ziarah
Puncak Ziarah Kubro 2026 merupakan rangkaian dari kegiatan keagamaan yang dimulai sejak Jumat, 6 Februari 2026.
Hari ketiga diawali dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, 8 Ilir, Palembang.
Usai doa bersama, para jamaah berjalan kaki menuju dua titik utama ziarah, yakni Pemakaman Kawah Tengkurep dan kawasan Kambang Koci.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyatakan bahwa Ziarah Kubro bukan sekadar tradisi, melainkan simbol penghormatan terhadap ulama dan habaib yang berjasa dalam syiar Islam.
Pemerintah Kota Palembang menilai Ziarah Kubro sebagai kekuatan spiritual dan sosial, serta berharap kegiatan ini menjadi magnet wisata religi terbesar di Indonesia.
Pemkot menargetkan sedikitnya 30.000 jamaah hadir pada pelaksanaan tahun ini, sekaligus memperkuat citra Palembang sebagai kota bersejarah yang kaya akan nilai religius.
- Penulis :
- Gerry Eka







