Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mayoritas Publik Puas terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Survei Ungkap Tantangan Bagi BGN

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mayoritas Publik Puas terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Survei Ungkap Tantangan Bagi BGN
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers secara daring yang disaksikan dari Jakarta, Selasa (27/5/2025). (ANTARA/Rio Feisal).)

Pantau - Survei terbaru Indikator Politik Indonesia mengungkap bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden WNI melalui metode wawancara tatap muka.

Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen, hasil survei menunjukkan bahwa 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap program MBG.

Rinciannya, 12,2 persen menyatakan "sangat puas", 60,6 persen "cukup puas", sementara 19,9 persen merasa "kurang puas", dan 4,5 persen "tidak puas sama sekali".

Tingkat Kepuasan Publik dan Implikasinya bagi Pemerintah

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap program MBG turut memengaruhi persepsi publik terhadap Presiden Prabowo.

"Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik," ungkap Burhanuddin.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun sebagian responden merasa tidak puas terhadap MBG, mereka tetap bisa merasa puas terhadap kinerja Presiden secara keseluruhan.

Namun, data juga menunjukkan bahwa seperempat responden yang tidak puas terhadap program MBG cenderung juga memiliki penilaian negatif terhadap Presiden Prabowo.

Tugas Berat BGN: Jaga Kualitas Program dan Cegah Insiden

Menurut Burhanuddin, BGN (Badan Gizi Nasional) memiliki peran krusial dalam mempertahankan dan meningkatkan kepuasan publik terhadap program ini.

"Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN," ia menegaskan.

Ditekankan pula pentingnya BGN meningkatkan kualitas pelaksanaan program, termasuk meminimalkan potensi insiden negatif seperti kasus keracunan.

Survei ini juga menegaskan adanya hubungan erat antara efektivitas program sosial dan persepsi masyarakat terhadap pemimpin negara.

Pemerintah diharapkan dapat terus mengawal program MBG dengan baik agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Penulis :
Gerry Eka