Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dirut LKBN ANTARA Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Bukan Penentu dalam Jurnalistik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dirut LKBN ANTARA Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Bukan Penentu dalam Jurnalistik
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar memberikan keterangan pers di sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.)

Pantau - Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan penentu, dalam proses pembuatan karya jurnalistik.

Pernyataan ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Serang, Banten.

"AI itu harus menjadi pengarah dan bukan penentu. Nah, penentunya tetap jurnalis," ujarnya.

AI Mempercepat Proses, Tapi Tak Gantikan Sisi Kemanusiaan

Benny merespons cepatnya perkembangan AI yang kini merambah ke industri media dan produksi konten berita.

Menurutnya, AI memang membuka peluang karena mampu mempercepat proses kerja jurnalistik, terutama dalam tahap pengambilan keputusan awal.

"Dia membuka peluang karena dia membantu mempercepat proses. Contohnya untuk di level wartawan mengambil keputusan ini diliput atau enggak, sepenting apa, relevan apa enggak," jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa AI tidak bisa menggantikan sisi kemanusiaan yang menjadi inti dari profesi jurnalis.

"Sisi emosi, sisi kemanusiaan masih belum sanggup (digantikan AI), walaupun dalam beberapa hal dia menjadi dominan, tapi wartawan itu punya kemampuan jauh lebih dari sekadar AI," lanjutnya.

Jurnalis Diminta Tetap Kreatif dan Pegang Nilai Etika

Benny juga mengingatkan agar pemanfaatan AI tidak sampai menggerus kreativitas para jurnalis dan tidak menabrak nilai-nilai dasar jurnalistik.

"Dia hanya sebagai alat bantu untuk membantu proses pengambilan keputusan, membantu mengarahkan menjadi lebih baik, membantu untuk memberikan sebuah solusi," ujarnya.

Ia juga mendorong jurnalis, terutama generasi muda, untuk terus mengembangkan diri di tengah era disrupsi informasi dan maraknya hoaks.

Para jurnalis diharapkan tetap memperluas wawasan, mempertajam keterampilan, dan menjaga integritas agar tetap relevan serta dipercaya publik di era digital yang semakin kompleks.

Penulis :
Gerry Eka