Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN Hadapi Ancaman Dengue Secara Kolektif dan Terintegrasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN Hadapi Ancaman Dengue Secara Kolektif dan Terintegrasi
Foto: Ketua Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR) dr. H. Suir Syam, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine, M,K.M, dan General Manager Takeda Indonesia Andreas Gutknecht dalam acara Regional Forum: Advancing Collaboration on Dengue Prevention and Control di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 9/2/2026 (sumber: ANTARA/Niswah Qintara Rahmani)

Pantau - Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama regional di antara negara-negara ASEAN guna menghadapi lonjakan kasus infeksi dengue yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, M.K.M., menyampaikan hal tersebut usai membuka Forum Regional Asia Tenggara untuk Pencegahan dan Pengendalian Dengue yang berlangsung di Jakarta pada Senin.

"Infeksi dengue di kawasan ASEAN masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antarnegara ASEAN menjadi penting untuk memperkuat upaya penanggulangan dengue," ungkapnya.

Kolaborasi Lintas Negara Dinilai Krusial

Prima menjelaskan bahwa penanggulangan dengue tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara karena sifat penyakit ini yang tidak mengenal batas wilayah.

Kesamaan iklim, mobilitas penduduk, dan karakter sosial budaya di kawasan ASEAN dinilai memperkuat urgensi dari kerja sama lintas negara.

"Sehingga target zero death akibat dengue pada 2030 dapat dicapai bersama," ia mengungkapkan.

Forum regional ini menjadi wadah bagi negara-negara anggota ASEAN untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam pengendalian dengue.

Indonesia sebagai tuan rumah forum mendorong agar pertemuan ini menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa dijadikan dasar kebijakan bersama di tingkat regional.

Pendekatan Terintegrasi untuk Pengendalian Dengue

Menurut Prima, upaya pengendalian dengue perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan pendekatan yang melibatkan tiga aspek utama, yakni pengendalian lingkungan, pengendalian vektor (nyamuk pembawa virus), serta perlindungan terhadap manusia.

Ketiga pendekatan tersebut harus dilakukan secara terintegrasi untuk memperoleh hasil pengendalian yang optimal.

Dalam konteks kerja sama regional, Indonesia juga mendorong adanya tujuan bersama antarnegara ASEAN dalam menekan dampak dengue sebagai ancaman kesehatan lintas negara.

Melalui forum ini, Indonesia berharap dapat memperkuat solidaritas dan komitmen ASEAN dalam menyusun langkah kolektif yang lebih terarah untuk menghadapi tantangan dengue di masa depan.

Penulis :
Leon Weldrick