
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berkolaborasi dengan Universitas Islam Internasional Indonesia Jawa Barat untuk mendukung Pemerintah RI menuju emisi nol bersih melalui penelitian desentralisasi dan adaptasi perubahan iklim.
Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencapai target emisi nol bersih guna mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus mengimplementasikan Kesepakatan Paris untuk membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C.
Upaya ini juga bertujuan mengintegrasikan aspek lingkungan dalam pembangunan ekonomi dan sosial di daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, menyatakan bahwa "Untuk mewujudkan cita-cita ini tentu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama lintas sektor, mulai kolaborasi lintas sektor hingga kalangan akademisi. Salah satu akademisi yang kami rangkul adalah UIII," ungkapnya.
Pertemuan Audiensi di Tenggarong
Pihak UIII yang diwakili oleh Sirojuddin Arif bersama sejumlah staf Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis melakukan pertemuan dengan Pemkab Kukar di Tenggarong pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pertemuan tersebut dikemas dalam audiensi Kerangka Ekonomi untuk Indonesia Tanggap Iklim menuju Emisi Nol Bersih melalui penelitian desentralisasi dan adaptasi perubahan iklim dengan studi kasus Kalimantan Timur dan Jawa Tengah.
Menurut Sunggono, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung program pemerintah daerah dalam Komitmen.
Pertemuan itu juga bertujuan memetakan dan menilai kebijakan fiskal dan moneter serta regulasi yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Fokus Penelitian dan Rekomendasi Kebijakan
Sirojuddin Arif menyampaikan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terintegrasi dalam strategi dan kerangka makro ekonomi.
Penelitian tersebut juga bertujuan mengidentifikasi kesenjangan kebijakan dan kelembagaan antar-lembaga dan sektor, termasuk dampaknya terhadap adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, riset akan menganalisis kesiapan dan ketahanan lembaga keuangan dalam menyelaraskan kebijakan dengan kerangka makro ekonomi dan fiskal yang responsif terhadap iklim.
Ia mengatakan "Tujuan lainnya adalah untuk merumuskan rekomendasi yang relevan berdasarkan standar internasional dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait Komitmen," ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







