Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akpol untuk Kembangkan Model Pemolisian Presisi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akpol untuk Kembangkan Model Pemolisian Presisi
Foto: (Sumber : Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri).)

Pantau - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah, sebagai pusat penelitian untuk mengembangkan model pemolisian berbasis data dan menghasilkan kebijakan yang presisi.

Laboratorium Dirancang Hubungkan Teori dan Praktik Kepolisian

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan pembangunan laboratorium tersebut merupakan langkah konkret Polri dalam merespons perubahan zaman yang dipengaruhi revolusi digital, dinamika geopolitik global, serta transformasi sosial yang berkembang pesat.

“Perubahan itu kini berlangsung dengan kecepatan dan kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu, Polri harus mampu mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga teruji melalui realitas sosial di lapangan.”, katanya.

Ia menjelaskan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dirancang sebagai ruang integratif yang menjembatani antara teori dan praktik dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Melalui pendekatan berbasis data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi faktual, laboratorium ini akan menjadi pusat pengujian berbagai model pemolisian guna menghasilkan kebijakan dan tindakan yang presisi.

Dukung Pemolisian Berbasis Bukti dan Pelayanan Masyarakat

Laboratorium tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas melalui pendekatan sosial yang adaptif, prediktif, dan berbasis bukti atau evidence-based policing.

“Laboratorium ini tidak hanya menjadi ruang eksperimen, tetapi juga wahana pembelajaran untuk membentuk karakter personel Polri yang unggul, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.”, ucapnya.

Selain itu, fasilitas ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan profesionalitas serta pemuliaan profesi Polri melalui pengembangan ilmu kepolisian.

Dedi menegaskan Polri berkomitmen menghadirkan praktik kepolisian yang semakin ilmiah, transparan, dan akuntabel dengan memperkuat fondasi akademik serta riset.

Penulis :
Ahmad Yusuf