Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pakar Pendidikan Ungkap Cara Mengalihkan Anak dari Ketergantungan Gawai Melalui Aktivitas Produktif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Pendidikan Ungkap Cara Mengalihkan Anak dari Ketergantungan Gawai Melalui Aktivitas Produktif
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Anak mengakses media sosial melalui gawai. Pembatasan penggunaan media sosial di kalangan anak untuk menangkal dampak negatif. ANTARA/Dedi..)

Pantau - Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta Prof. Susanto menyarankan pendekatan yang mengarahkan dan menginspirasi untuk mengalihkan kebiasaan anak dari penggunaan gawai menuju aktivitas yang lebih produktif.

"Pengalihan kebiasaan anak ke arah yang lebih produktif, kita perlu pendekatan yang tidak sekadar melarang, tetapi mengarahkan dan menginspirasi," kata Susanto saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan hal tersebut sebagai respons terhadap penerapan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas yang mulai berlaku efektif pada 28 Maret 2026.

Susanto yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022 mengatakan salah satu langkah positif yang dapat dilakukan adalah mendorong anak mengikuti kegiatan sesuai minat dan bakatnya.

"Anak perlu merasakan kepuasan nyata di dunia offline (luring)," ujar Susanto.

Dorong Aktivitas Berbasis Minat dan Proyek

Ia menjelaskan aktivitas yang dapat dilakukan anak antara lain olahraga, seni, sains, maupun kegiatan kewirausahaan sejak dini.

Selain itu orang tua juga dapat mengembangkan kegiatan berbasis proyek atau project-based learning seperti membuat karya, menanam tanaman, atau melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Menurut Susanto pendekatan tersebut membantu anak menemukan pengalaman nyata di luar dunia digital.

Peran Orang Tua dalam Pendampingan Digital

Susanto menekankan bahwa orang tua dapat membatasi sekaligus mendampingi penggunaan teknologi oleh anak melalui dialog dan kesepakatan bersama.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai teladan dalam penggunaan teknologi.

Menurutnya anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari contoh yang diberikan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Susanto menambahkan teknologi tetap dapat dimanfaatkan secara positif, misalnya untuk mempelajari keterampilan baru melalui internet, bukan sekadar konsumsi hiburan.

"Kita tidak sedang menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membekali mereka agar mampu menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri. Semoga langkah ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global," kata Susanto.

Penulis :
Ahmad Yusuf