
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemenuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus didukung ketersediaan dan kemudahan memperoleh komoditas agar program berjalan optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau operasional SPPG Panggungrejo di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Penerima manfaat MBG diproyeksikan mencapai 82,9 juta orang pada akhir tahun 2026, sementara saat ini sudah mencapai 55,1 juta orang.
Zulhas menyebut kebutuhan bahan baku per hari akan sangat besar, antara lain 82,9 juta butir telur, 82,9 juta potong ikan, dan 82,9 juta porsi sayur.
Ia menegaskan proyeksi tersebut harus dibarengi ketersediaan bahan baku agar program berjalan baik dan tidak mengganggu pasokan pangan nasional.
Pemerintah menggagas sejumlah strategi untuk mendukung pasokan, termasuk pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di sektor perikanan.
Zulhas menyatakan Indonesia sudah swasembada beras serta mengembangkan sistem bioflok untuk meningkatkan produksi perikanan.
Pemerintah juga menegaskan lahan sawah berkelanjutan tidak boleh dialihfungsikan untuk keperluan lain guna menjaga ketahanan pangan.
Ia mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung ke lapangan selama satu pekan guna memastikan operasional SPPG berjalan aman dan sesuai ketentuan, khususnya di Jawa Timur.
Selain meninjau SPPG, kunjungan juga dilakukan ke Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen.
Setelah dari Kabupaten Malang, Menko Pangan dijadwalkan meninjau Kota Malang dan Kota Batu pada Jumat (13/2).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







