
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi bersih, ramah lingkungan, dan efisien guna memperkuat ketahanan energi nasional serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan perluasan jaringan gas dan penggunaan compressed natural gas dari rumah tangga hingga UMKM diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap LPG dan mengurangi beban impor.
Wahyudi menegaskan BPH Migas memiliki rekam jejak kuat dalam pengaturan dan pengawasan pengangkutan gas bumi melalui pipa serta terus memperkuat tata kelola niaga gas agar distribusi lebih transparan dan akuntabel.
Kunjungan dilakukan ke wilayah Sales and Operation Region 1 milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Medan, Sumatera Utara, Jumat 13 Februari 2026 sebagai bagian mitigasi proses bisnis dan pengawasan operasional.
Area layanan PGN SOR I mencakup Dumai, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Lampung.
Hingga Januari 2026, penyaluran gas bumi mencapai 140,46 billion british thermal unit per day.
Di Medan 1, pasokan gas berasal dari PT Pertamina Hulu Energi, PT Pema Global Energi, dan PT Pertamina Perta Arun Gas dengan kombinasi penyaluran melalui pipa dan moda CNG.
Jumlah pelanggan jargas di wilayah SOR I telah mencapai 134.198 pelanggan.
Penggunaan CNG dinilai lebih efisien dengan penghematan 30 hingga 35 persen.
Salah satu UMKM Nasi Kebuli di Medan mampu menekan biaya gas hingga Rp9 juta per bulan setelah beralih dari LPG nonsubsidi ke CNG.
BPH Migas menilai pengembangan jargas menjadi strategi untuk mengurangi subsidi dan impor LPG sekaligus mendorong swasembada energi.
Pelanggan rumah tangga di Medan juga merasakan manfaat penghematan dan tingkat keamanan yang lebih baik dibanding LPG nonsubsidi.
Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyebut kunjungan BPH Migas sebagai langkah penguatan tata kelola hilir gas bumi demi distribusi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka







