
Pantau - Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung memastikan temuan jejak kaki satwa di area perkebunan nanas milik PT Great Giant Pineapple (GGP), Kabupaten Lampung Timur, merupakan tapak harimau sumatra berdasarkan hasil analisis cepat petugas.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung Itno Itoyo menyatakan, "Kepastian itu tapak kaki harimau sumatra setelah kami melakukan rapid analysis atas laporan petugas keamanan perusahaan,".
Analisis dilakukan berdasarkan dokumentasi foto jejak dengan pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala untuk mengukur dimensi tapak.
Ia menjelaskan, "Dari hasil analisis morfologi jejak, dapat disimpulkan bahwa jejak tersebut paling konsisten mengarah pada harimau sumatra,”.
Ciri Morfologis dan Lokasi Mendukung
Secara morfologis, jejak tersebut menunjukkan empat jari telapak kaki yang tegas tanpa bekas kuku sebagai ciri khas keluarga kucing besar Felidae.
Bantalan tengah telapak kaki terlihat besar dengan tiga lekukan di bagian posterior yang merupakan karakter umum jejak harimau.
Temuan tersebut diperkuat faktor lokasi karena berdasarkan data koordinat titik jejak berada sekitar 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas yang dikenal sebagai habitat penting harimau sumatra dan koridor jelajah satwa dilindungi.
Kemunculan jejak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan taman nasional dinilai masih dalam pola pergerakan wajar satwa liar.
Itno Itoyo menyampaikan, "Pergerakan harimau dewasa bisa saja terjadi untuk mencari mangsa, memperluas teritori, atau sekadar melintas. Ini merupakan perilaku alami satwa liar,”.
Potensi Konflik Masih Rendah
Berdasarkan analisis risiko konflik yang mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48 Tahun 2008, BKSDA menilai tingkat potensi konflik manusia dan satwa dalam kasus tersebut masih tergolong rendah.
Kemunculan harimau baru terdeteksi melalui jejak dan belum menimbulkan kerugian ekonomi maupun korban jiwa di sekitar lokasi.
Meski demikian, BKSDA menekankan pentingnya kewaspadaan serta langkah mitigasi lanjutan untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
- Penulis :
- Gerry Eka







