Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Catat 36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenag Catat 36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno meninjau proses Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan. ANTARA/HO-Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama melaporkan Seleksi Nasional Murid Baru Madrasah Unggulan tahun ajaran 2026/2027 mencatat 36.973 pendaftar hingga penutupan masa registrasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan terjadi pergeseran paradigma masyarakat terhadap madrasah yang tercermin dari meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahun.

Ia menyampaikan, "Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Kepercayaan publik atau masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat setiap tahunnya," ungkapnya.

Madrasah Aliyah Negeri unggulan terdiri atas MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Nasional.

Seleksi Digital dan Jalur Pendaftaran

Suyitno menjelaskan penerapan sistem digital sepenuhnya pada tahun ini menunjukkan tingkat efisiensi tinggi dalam proses pendaftaran.

Data Kemenag mengonfirmasi seluruh peserta telah menuntaskan unggah berkas secara daring tanpa ada dokumen yang tertinggal dalam status draf.

Dari total pendaftar, mayoritas memilih jalur kompetisi terbuka melalui jalur tes sebanyak 36.126 pendaftar, sedangkan jalur prestasi diikuti 404 pendaftar.

Seleksi berbasis Computer Based Test dilaksanakan serentak selama dua hari pada 14 hingga 15 Februari 2026 di berbagai titik lokasi di Indonesia.

Madrasah Cetak Generasi Unggul

Suyitno menegaskan madrasah dirancang mencetak generasi unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta kokoh dalam iman dan takwa.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah menjamin seluruh proses seleksi, baik jalur prestasi maupun CBT, berjalan transparan melalui sistem digital terintegrasi.

Ia menilai keunggulan kompetitif madrasah terletak pada nilai tambah berupa pendidikan akhlak dan pendalaman agama sebagai modal pembangunan bangsa.

Tingginya jumlah pendaftar tahun 2026 dinilai semakin memperkokoh posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan capaian akademik dan pembentukan karakter mulia.

Penulis :
Ahmad Yusuf