
Pantau - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung telah menjangkau sekitar 2,7 juta penerima manfaat.
“Saya laporkan, Provinsi Lampung hari ini menjadi provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan pengadaan dapur Makan Bergizi Gratis. Rasio kita sudah di atas 100 persen dari target,” ujarnya dalam keterangan di Bandarlampung, Senin.
Menurut Rahmat, capaian tersebut menjadikan Lampung sebagai provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan infrastruktur program MBG.
Program MBG di Lampung menyasar siswa TK hingga SMA, santri pondok pesantren, balita, serta ibu hamil.
Ia memastikan ketersediaan bahan baku pangan dalam program tersebut dalam kondisi aman karena Lampung merupakan daerah surplus pangan.
“Ketersediaan bahan baku dipastikan aman, karena Lampung ini adalah daerah surplus pangan. Sumber pangan Lampung luar biasa, ayam surplus, telur surplus, beras dan sayuran juga surplus. Tidak ada cerita kekurangan bahan makanan,” katanya.
Meski ketersediaan bahan mencukupi, Gubernur menekankan bahwa kualitas gizi harus diimbangi dengan cita rasa dan kreativitas dalam penyajian makanan.
Untuk itu, dilakukan pelatihan guna meningkatkan kualitas serta cita rasa makanan yang disajikan dalam program MBG.
“Anak-anak itu kadang gizi nomor dua, nomor satu enak dulu. Kalau tidak enak, mereka tidak mau makan. Saya ingin mereka lulus sekolah dengan kenangan bahwa makanan MBG itu enak dan membanggakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan peningkatan standar kualitas pengelolaan dapur MBG menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, sekaligus memperkuat jejaring pelaku usaha kuliner di Lampung sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.
Sebelumnya, Provinsi Lampung telah membangun 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jangkauan 2,7 juta penerima manfaat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







