Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Hadiri Tradisi Meugang dan Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Hadiri Tradisi Meugang dan Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Foto: (Sumber: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (kiri) menghadiri kegiatan meugang bersama masyarakat di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (15/2/2026). ANTARA/HO-Partai Keadilan Sejahtera)

Pantau - Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menghadiri tradisi meugang bersama masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menegaskan komitmen PKS untuk hadir membantu korban bencana, tidak hanya di Aceh tetapi juga di Sumatera Utara dan Sumatera Barat pasca-bencana akhir 2025.

Almuzzammil Yusuf menginstruksikan seluruh anggota legislatif dan pejabat publik PKS untuk berkontribusi maksimal dalam membantu korban banjir.

Secara simbolis, ia menyerahkan 684 paket bantuan kepada penyintas banjir untuk meringankan beban mereka.

Tradisi Meugang sebagai Momentum Solidaritas

Tradisi meugang—makan daging bersama menyambut Ramadhan dan Idul Fitri—dimanfaatkan sebagai momentum untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial.

Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, menambahkan bahwa Presiden PKS sudah dua kali turun langsung ke Aceh Tamiang, termasuk pada 13 Desember 2025 untuk meninjau kondisi pascabanjir dan menyalurkan bantuan, bahkan menginap bersama korban banjir.

Kegiatan ini juga bertujuan memastikan masyarakat Aceh, khususnya korban banjir, tetap bisa menjalankan ibadah puasa meski dalam kondisi serba terbatas.

Kehadiran Pejabat dan Kader PKS

Turut hadir mendampingi kegiatan Bendahara Umum DPP PKS Noerhadi, Anggota DPR RI Fraksi PKS Ismail Bachtiar, Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar, Ketua DPD PKS Aceh Tamiang Dedi Suriahnsyah, serta jajaran pengurus dan kader PKS lainnya.

Kegiatan ini menekankan kepedulian PKS terhadap masyarakat terdampak bencana sekaligus menjaga tradisi budaya Aceh.

Penulis :
Ahmad Yusuf