Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Masjid Al-Akbar untuk Stabilkan Harga Jelang Ramadhan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Masjid Al-Akbar untuk Stabilkan Harga Jelang Ramadhan
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menggelar pasar murah di Masjid Al-Akbar Surabaya. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim))

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 Hijriah melalui pasar murah di Masjid Nasional Al-Akbar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pasar murah menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Ia mengatakan bahwa "Suplai aman, stok aman namun antusiasme ini karena kebutuhan meningkat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan puasa," ujarnya.

Komoditas Dijual di Bawah Harga Pasar

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Komoditas lain yang dijual yakni bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pak.

Khofifah menyebut harga ayam di pasaran telah mencapai Rp40.000 per kilogram sedangkan di pasar murah dijual Rp30.000 per kilogram.

Ia mengatakan bahwa "Harga ayam di pasaran 1 kg sudah menembus harga Rp40.000 per kg sedangkan di pasar murah kali ini di harga Rp30.000 per kg, cabai merah di pasaran seharga Rp40.000 di Pasar Murah ini Rp20.000. Sementara komoditi cabai rawit di pasar harganya saat ini Rp80.000 per kg, harga di pasar murah Rp40.000 per kg," katanya.

Percepat Distribusi dan Operasi Pasar

Khofifah berharap pasar murah mampu membantu stabilisasi harga pada periode krusial menjelang Ramadhan dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

Ia juga meminta distributor dan pemasok mempercepat distribusi guna menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan.

Ia mengatakan bahwa "Masyarakat biasanya menstok lebih banyak bahan pokok selama Bulan Ramadhan," ujarnya.

Pemprov Jatim berkomitmen menggencarkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai daerah selama Ramadhan sebagai strategi pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas ekonomi hingga Idul Fitri.

Ia mengatakan bahwa "Insya-Allah, stabilitas harga terus kita jaga agar masyarakat dapat menyambut dan menjalankan Ramadhan dengan khusyuk, tenang, dan penuh keberkahan,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan