
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah RI memperkuat integrasi sistem digital dengan Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah serta memastikan perlindungan jamaah Indonesia yang jumlahnya mencapai jutaan setiap tahun.
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi pada Senin 16 Februari 2026.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan "Integrasi sistem ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi tentang keselamatan dan kenyamanan jamaah. Semua proses mulai dari visa, akomodasi, layanan kesehatan, hingga kepulangan harus terpantau dan terlindungi secara menyeluruh," ujarnya.
Ia juga menambahkan "Pelayanan haji dan umrah bagi jamaah Indonesia harus cepat, aman, dan nyaman, tanpa ada hambatan teknis maupun administratif," tegasnya.
Dukung Modernisasi Layanan dan Saudi Vision 2030
Dalam forum tersebut, Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap modernisasi layanan haji dan umrah yang sejalan dengan Saudi Vision 2030.
Salah satu fokus utama adalah penguatan konektivitas data dengan sistem Arab Saudi.
Optimalisasi platform Nusuk Masar menjadi bagian dari upaya integrasi, terutama untuk pengelolaan kontrak hotel dan manajemen layanan jamaah.
Indonesia mengusulkan adanya fleksibilitas dalam mekanisme penggantian visa bagi jamaah yang batal berangkat agar kuota tidak hangus.
Menteri Haji dan Umrah menyampaikan "Setiap kuota adalah hak umat. Kami berharap ada mekanisme fleksibel hingga mendekati hari keberangkatan, agar slot tidak terbuang sia-sia," ungkapnya.
Percepat Administrasi dan Perkuat Pengawasan
Indonesia juga meminta kejelasan teknis terkait pembayaran Dam atau denda tamattu melalui sistem digital agar prosesnya lebih praktis dan tidak membingungkan jamaah.
Integrasi sistem digital diharapkan mampu mempercepat proses administrasi haji dan umrah.
Sistem tersebut juga ditujukan untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan respons terhadap kondisi darurat.
Pemerintah menilai langkah ini sebagai fondasi penting menuju tata kelola haji dan umrah yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah.
- Penulis :
- Aditya Yohan







