
Pantau - Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) menaruh harapan besar terhadap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat agar membawa dampak positif dan nyata bagi masyarakat Indonesia.
Presiden Permias Nasional Axel Hutapea menyatakan kepemimpinan Prabowo saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan di tengah ketidakpastian global sehingga memerlukan keputusan yang tidak mudah.
Ia menyampaikan optimisme bahwa Prabowo mampu mengambil keputusan secara bijak dalam setiap agenda kunjungan.
"Kami percaya pada kemampuan Presiden untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang memberi dampak positif dan dampak nyata bagi seluruh masyarakat," ujar Axel.
Axel meyakini setiap keputusan dalam kunjungan tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia dengan tetap mengedepankan unsur kehati-hatian.
"Apapun keputusan yang dibuat harus selalu untuk kebaikan bangsa untuk kesejahteraan masyarakat. Jadi, kunjungan Presiden ke Washington DC hari ini dan sampai akhir minggu ini harus membawa dampak yang nyata, yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.
Soroti Perlindungan Mahasiswa dan Konektivitas Kerja
Permias berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap aspek keamanan, perlindungan, serta konektivitas mahasiswa dengan dunia ketenagakerjaan.
Fokus tersebut sejalan dengan perhatian Permias terhadap perlindungan warga negara Indonesia di Amerika Serikat dan hilirisasi riset nasional.
Axel juga berharap Presiden dapat meluangkan waktu berdiskusi langsung dengan Permias mengenai isu-isu yang menjadi perhatian mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat.
"Kami berharap Presiden selalu diberikan kesehatan panjang umur, kebijaksanaan dalam memimpin negara. Kami berharap bahwa dalam segala keputusan yang diambil, Presiden selalu menempatkan masyarakat, mahasiswa, diaspora sebagai bagian yang sentral dalam pemerintahannya," ucap Axel.
Agenda Kunjungan di Washington DC
Presiden Prabowo tiba di Washington DC pada Selasa, 17 Februari sekitar pukul 12.00 waktu setempat setelah pesawat Garuda Indonesia PK-GIF mendarat di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Prince George's County, Maryland.
Selama berada di Amerika Serikat, Presiden dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu, 18 Februari, serta menghadiri konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace pada Kamis, 19 Februari.
Agenda lainnya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.
Dalam penerbangan dari Jakarta, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
- Penulis :
- Aditya Yohan







