Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Bogor Pamerkan 45 Artefak Rasulullah SAW Selama Ramadhan di Pakansari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Bogor Pamerkan 45 Artefak Rasulullah SAW Selama Ramadhan di Pakansari
Foto: (Sumber: Lokasi pameran artefak Rasulullah SAW dan para sahabat di Laga Satria, kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memamerkan artefak Rasulullah SAW dan para sahabat selama Ramadhan di kawasan Pakansari, Cibinong untuk memberikan ruang edukasi sejarah Islam sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan lokasi pameran digeser dari Masjid Nurul Wathon Stadion Pakansari ke Laga Satria Pakansari dengan mempertimbangkan intensitas hujan dan kenyamanan jamaah.

Rudy menyampaikan, "Awalnya kami siapkan di Masjid Nurul Wathon, tetapi karena intensitas hujan masih cukup tinggi, kasihan jamaah jika selasar dipakai pameran. Maka, kami geser ke Laga Satria supaya lebih nyaman,", ujarnya.

Ia menjelaskan pemindahan lokasi dilakukan agar pelaksanaan ibadah, khususnya shalat tarawih, tidak terganggu serta area Laga Satria lebih luas dan terlindungi dengan lokasi berdekatan dengan masjid sehingga memudahkan pengunjung beribadah.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM agar pelaku usaha mikro dapat dilibatkan di area luar pameran sehingga ekonomi masyarakat bergerak selama Ramadhan.

Rudy menyampaikan, "Di beberapa lokasi sebelumnya antusiasme masyarakat cukup tinggi. Momentum Ramadhan ini kami harapkan bisa menggerakkan UMKM,", katanya.

Ketua Panitia Rieke Iskandar atau Akew menjelaskan pameran bertajuk Hasanah Ukhuwah menampilkan sekitar 45 artefak Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat yang disebut telah bersertifikat.

Artefak tersebut didatangkan dari Malaysia dan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga akhir Ramadhan dengan peresmian direncanakan pada Jumat, 2 Ramadhan setelah shalat Jumat.

Untuk menjaga kenyamanan, panitia membatasi jumlah pengunjung maksimal 40 orang setiap sesi masuk dan pengunjung berikutnya menunggu hingga sesi sebelumnya selesai.

Rieke menyampaikan, "Kita batasi maksimal 40 orang supaya nyaman dan bisa mendapat penjelasan dari petugas. Kalau belum sampai 40 orang, tetap bisa masuk,", jelasnya.

Pameran terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan masyarakat diimbau menjaga ketertiban serta kesopanan selama berada di lokasi.

Penulis :
Aditya Yohan