Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dapur Umum di Batu Hula Layani Sahur 220 KK Penyintas Banjir Bandang Tapanuli Selatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dapur Umum di Batu Hula Layani Sahur 220 KK Penyintas Banjir Bandang Tapanuli Selatan
Foto: (Sumber: Penyintas bencana banjir bandang saat mendatangi dapur umum mengambil nasi untuk santap sahur pada hari pertama bulan Ramadhan di Tapsel, Sumut, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Khaerul Izan.)

Pantau - Posko dapur umum di lokasi pengungsian Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyediakan santap sahur bagi 220 kepala keluarga yang mengungsi pada hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah.

Penjaga posko dapur umum Resdi Nasution mengatakan dapur umum mulai memasak sejak pukul 03.00 WIB khusus untuk para pengungsi.

Pada sahur perdana, dapur umum menyediakan nasi, mie instan sebagai lauk, dan air hangat bagi para penyintas banjir bandang.

"Sekarang kami menyediakan nasi, sama mie instan, karena yang ada hanya itu," kata Resdi Nasution.

Ia menjelaskan sebagian besar penyintas telah memiliki lauk tambahan berupa daging sapi bantuan yang sudah dimasak sehari sebelumnya sehingga dapur umum hanya menyiapkan mie instan sebagai pelengkap.

Resdi menyebut aktivitas dapur umum tidak lagi sesibuk pada awal terjadinya banjir bandang karena sebagian penyintas telah memiliki penanak nasi sendiri di tenda pengungsian.

"Kami tetap menyediakan nasi dan lauknya, karena ada juga yang masih bergantung di dapur umum," ujarnya.

Dapur umum ditugaskan melayani 220 KK yang tersebar di tiga titik pengungsian yakni tenda biru, tenda putih, dan bengkel milik warga.

Sebelumnya, sejumlah penyintas banjir bandang di Tapanuli Selatan menyantap sahur perdana Ramadhan di tenda darurat bersama keluarga dan kerabat.

Pada Kamis dini hari, para penyintas mendatangi dapur umum di Posko Bencana Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, dengan membawa wadah makanan masing-masing untuk mengambil jatah sahur.

Selain memanfaatkan dapur umum, sebagian penyintas dari Desa Huta Godang dan Garoga, Kecamatan Batang Toru, juga memasak sendiri di tenda pengungsian mereka.

Penulis :
Ahmad Yusuf