
Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi pada Kamis pagi dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian melaporkan erupsi tersebut terjadi pada pukul 08.00 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujarnya.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.
Berdasarkan data pengamatan, erupsi Gunung Semeru pada hari itu tercatat sebanyak tiga kali.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.32 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 106 detik,” kata Sigit.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.24 WIB dengan tinggi kolom letusan 500 meter di atas puncak dan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
Erupsi kedua terekam dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 92 detik.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi letusan sekitar 800 meter di atas puncak.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tegas Sigit.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








