
Pantau - Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, H.E. Dagmar Gonzalez, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026, guna membahas perkembangan situasi terkini di Kuba serta memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan tersebut digelar atas permintaan Duta Besar Kuba yang ingin menyampaikan kondisi negaranya akibat kebijakan embargo Amerika Serikat yang berdampak besar terhadap ketersediaan energi.
Syahrul menjelaskan bahwa saat ini Kuba mengalami krisis bahan bakar karena keterbatasan produksi dalam negeri.
"Tentu kondisinya sekarang Kuba tidak memiliki bahan bakar karena mereka hanya bisa memproduksi bahan bakarnya lebih kurang 30 persen," ungkapnya.
Ia menyebut Kuba saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 30 persen kebutuhan minyak dan gas dari dalam negeri.
Sekitar 10 persen kebutuhan energi Kuba dipenuhi dari sumber energi terbarukan seperti tenaga surya.
Sebelumnya, sekitar 60 persen kebutuhan energi nasional Kuba dipenuhi melalui impor.
Dampak Krisis Energi terhadap Layanan Publik
Syahrul menilai krisis bahan bakar tersebut berpotensi berdampak serius terhadap operasional rumah sakit dan distribusi logistik.
Keterbatasan energi juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ini akan mengakibatkan orang sakit yang tidak tertolong, kemudian kebutuhan sehari-hari tidak akan terpenuhi. Mereka minta dukungan dari kita dalam bentuk keprihatinan kita," ujarnya.
Komitmen Dukungan dan Solidaritas Indonesia
BKSAP DPR RI menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang tengah dihadapi rakyat Kuba.
Ketua BKSAP menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas bentuk dukungan dari Indonesia.
Dukungan tersebut dapat berupa dukungan moral maupun langkah diplomatik.
Penyampaian keprihatinan melalui forum-forum internasional juga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.
BKSAP DPR RI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Kuba dan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dengan pihak Kuba guna memperkuat solidaritas antar kedua negara.
- Penulis :
- Arian Mesa








