
Pantau - Penyintas tanah bergerak dari Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara mengaku lebih nyaman tinggal di hunian sementara atau huntara yang berada di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan.
Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama dengan Danantara dengan kapasitas mencapai 200 unit tempat tinggal.
Seorang penghuni huntara, Arwin Dalimunthe, mengatakan setelah pembangunan selesai ia bersama warga lainnya langsung menempati hunian sementara tersebut.
Arwin menyampaikan, “Fasilitasnya cukup lengkap dan kami merasa terbantu,”.
Ia mengaku senang mendapatkan huntara yang layak karena selama dua bulan sebelumnya harus berbagi tempat tidur di tenda darurat bersama warga lain.
Menurutnya, satu tenda darurat dapat diisi lebih dari 20 orang sehingga para penyintas harus berdesakan.
Arwin mengatakan, “Kalau di sini, ada kasur, kipas angin dan tidak berhimpitan, karena satu keluarga satu huntara,”.
Selain Arwin, penyintas lainnya bernama Rudi menyampaikan bahwa meskipun bersifat sementara fasilitas huntara sudah lebih layak dibandingkan tenda darurat.
Rudi berharap pembangunan hunian tetap dapat segera terlaksana agar warga bisa kembali beraktivitas normal.
Ia menyampaikan, “Kami masih tetap berkebun, meskipun jarak dari huntara kurang lebih 17 kilometer,”.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







