Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mapala UMI Ikut Program Kemanusiaan di Tapanuli Selatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mapala UMI Ikut Program Kemanusiaan di Tapanuli Selatan
Foto: (Sumber: Mapala se-Indonesia menyerahkan kunci dan plakat peresmian musholla kepada pengurus di Desa Tolang Julu, Tapanuli Selatan, Sumut.ANTARA/HO-UMI.)

Pantau - UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Mapala se-Indonesia melaksanakan program kemanusiaan pasca-bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Program ini dilaksanakan di Desa Tolang Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan mencakup tiga kegiatan utama: pembangunan mushala, trauma healing untuk anak-anak dan masyarakat terdampak bencana, serta survei lokasi bencana.

Kegiatan pertama adalah pembangunan mushala yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial pasca banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Mushala yang selesai dibangun diserahkan kunci dan plakat peresmian kepada pengurus setempat. Mushala ini akan dikelola bersama oleh masyarakat dan Mapala se-Tabagsel.

Kedua, program trauma healing yang meliputi lomba adzan, puisi, kaligrafi, tahfidz, serta berbagai permainan edukatif dan pendampingan psikososial. Anak-anak yang mengikuti kegiatan terlihat antusias dan senang, sementara kehadiran relawan Mapala dianggap memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak.

Program ketiga adalah survei lokasi bencana untuk melihat kondisi lapangan serta memperkuat data ekologis. Hasil survei ini kemudian dibahas dalam dialog bersama pemerintah daerah yang bertujuan untuk mendorong sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana ke depan. Dialog ini menjadi ruang kolaborasi antara Mapala, pemerintah, dan masyarakat guna memperkuat komitmen menjaga lingkungan dan memperbaiki tata kelola wilayah rawan bencana.

Muhammad Yusril Sudarmin, Koordinator PKN Mapala se-Indonesia, mengapresiasi keterlibatan Mapala UMI dalam program ini, dan menekankan bahwa Mapala tidak hanya hadir sebagai organisasi pecinta alam, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam respons bencana dan pemulihan sosial.

Penulis :
Ahmad Yusuf