Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Mendorong Penguatan Kerja Sama Kebudayaan Indonesia dan Yaman melalui Kolaborasi Warisan Budaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Mendorong Penguatan Kerja Sama Kebudayaan Indonesia dan Yaman melalui Kolaborasi Warisan Budaya
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjukkan keris kepada Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Kantor Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan..)

Pantau - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengemukakan peluang peningkatan kerja sama dalam bidang seni dan kebudayaan antara Indonesia dan Yaman saat bertemu Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang membahas penguatan hubungan bilateral melalui jalur kebudayaan.

Fadli menyampaikan bahwa hubungan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Yaman dapat diperkuat melalui kolaborasi kebudayaan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman sudah terjalin sejak abad ke-7.

Namun hingga saat ini belum terdapat perjanjian kerja sama khusus di bidang kebudayaan antara kedua negara.

"Kerja sama kebudayaan bisa difokuskan pada upaya mencari kesamaan akar budaya dan mengembangkan bidang-bidang yang memiliki kemiripan, seperti seni hena, seni ukir, kerajinan gerabah, anyaman bambu dan rotan, pemanfaatan pohon kurma, serta seni kaligrafi," ujarnya.

Ia juga mengemukakan peluang pengembangan program bersama antara kedua negara guna mempererat hubungan antar-masyarakat.

Salah satu peluang tersebut adalah pengajuan warisan budaya takbenda dunia ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.

Duta Besar Yaman, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan bahwa hubungan Yaman dan Indonesia memiliki akar sejarah panjang.

Ia menekankan bahwa hubungan tersebut terjalin melalui migrasi warga Yaman ke Nusantara serta peran mereka dalam penyebaran ajaran agama Islam.

"Hubungan ini terjalin sejak ratusan tahun lalu. Leluhur kami datang ke Nusantara tidak hanya membawa agama, namun juga berperan besar dalam membangun peradaban dan tatanan sosial. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat hubungan kedua negara," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 7.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Yaman.

Para mahasiswa tersebut dinilai berperan penting dalam pembangunan hubungan antar-masyarakat kedua negara.

Selain kerja sama kebudayaan, Balfakeeh juga mengemukakan perlunya pengaktifan kembali komite bersama Indonesia–Yaman.

Ia turut menyoroti pentingnya perjanjian kerja sama kedua negara di bidang perdagangan, ekonomi, dan investasi untuk memperkuat hubungan bilateral.

Penulis :
Aditya Yohan