
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat ketahanan stok dan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, akibat gangguan distribusi karena pendangkalan alur Sungai Kapuas–Melawi dalam beberapa pekan terakhir.
Gangguan tersebut menyebabkan kapal tanker belum dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal Sintang sehingga distribusi melalui jalur sungai terhambat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan, "Gangguan distribusi terjadi akibat pendangkalan signifikan pada alur Sungai Kapuas–Melawi dalam beberapa pekan terakhir. Data monitoring hidrologis menunjukkan kedalaman air sekitar 2,25 meter, atau berkurang sekitar lima meter dari batas aman navigasi safe draft limit empat meter,".
Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat kapal tanker harus menunggu karena belum memenuhi standar keamanan pelayaran untuk bersandar dan melakukan pembongkaran muatan.
Edi Mangun mengungkapkan, "Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman dan beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran,".
Penguatan Distribusi Jalur Darat
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina memperkuat distribusi melalui jalur darat dari Fuel Terminal Sintang dan Integrated Terminal Pontianak guna menjaga kesinambungan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di wilayah terdampak.
Penyesuaian pola distribusi melalui jalur darat membutuhkan waktu tempuh lebih panjang namun dinilai sebagai langkah strategis agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
Pertamina juga mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk memantau pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.
Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan monitoring penyaluran BBM tepat sasaran.
Pemkab Melawi Minta Pengawasan Diperketat
Untuk memastikan ketersediaan BBM, Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar pertemuan koordinasi dengan Pertamina pada Rabu 18 Februari yang dipimpin bupati bersama unsur DPRD, sekretaris daerah, dinas terkait, serta jajaran kepolisian.
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah meminta Pertamina memaksimalkan penyaluran BBM ke seluruh SPBU, memperketat pengawasan distribusi sesuai ketentuan, memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat umum, serta mengupayakan percepatan jam operasional SPBU.
Pemerintah daerah juga menyampaikan imbauan, "Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih agar distribusi berjalan merata,".
Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga menyatakan telah menjalankan langkah percepatan distribusi termasuk optimalisasi suplai jalur darat dan penguatan pengawasan di SPBU.
Edi Mangun menegaskan, "Kami akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata,".
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk memperkuat distribusi melalui jalur darat sekaligus mempercepat solusi logistik sungai hingga kondisi penyaluran kembali normal.
- Penulis :
- Shila Glorya







