Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dishut Kalsel Perkuat Sentra Kayu dan Rehabilitasi Mangrove untuk Jaga Kelestarian Hutan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dishut Kalsel Perkuat Sentra Kayu dan Rehabilitasi Mangrove untuk Jaga Kelestarian Hutan
Foto: (Sumber: Jajaran Dishut Kalsel saat melaksanakan rapat koordinasi guna memperkuat sentra kayu dan rencana rehabilitasi mangrove di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (20/2/2026). ANTARA/HO-Dishut Kalsel.)

Pantau - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sentra kayu dan rencana rehabilitasi mangrove guna menjaga kelestarian hutan dan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kehutanan unggulan daerah.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra menyampaikan penguatan sektor kehutanan dilakukan melalui evaluasi program kerja dan penyelarasan kegiatan di lapangan.

“Terkait sentra kayu, kami menekankan sinkronisasi kegiatan, penegasan peran masing-masing pihak, serta penguatan komunikasi agar program berjalan optimal dan berdampak positif bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan,” ujarnya.

Tekankan Transparansi dan Perencanaan Matang

Dishut Kalsel menekankan pentingnya transparansi dan perhitungan usaha yang matang dalam pengelolaan sentra kayu.

Sentra kayu harus dikelola dengan perencanaan yang terstruktur, koordinasi solid, dan pengawasan berkelanjutan agar memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan.

Fathimatuzzahra juga menyampaikan rencana rehabilitasi mangrove melalui kegiatan FOLU Net Sink 2030 sektor kehutanan sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan.

“Program ini diharapkan memperkuat pemulihan ekosistem pesisir secara terencana dan mengurangi risiko kerusakan ekologis,” katanya.

Optimalkan Promosi HHBK

Selain sentra kayu dan rehabilitasi mangrove, pengelolaan galeri Hasil Hutan Bukan Kayu atau HHBK menjadi agenda penting untuk mengoptimalkan promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional.

“Kami berkomitmen mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menekankan pentingnya konsistensi dan profesionalitas dalam setiap kegiatan kehutanan. Sinkronisasi antara perencanaan teknis dan pelaksanaan lapangan menjadi prioritas agar target tercapai,” tegas Fathimatuzzahra.

Dishut Kalsel berharap penguatan sentra kayu dan rehabilitasi mangrove berjalan efektif serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan ekosistem pesisir.

Penulis :
Aditya Yohan