
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mencatat luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 1.041,74 hektare sejak 1 Januari hingga 19 Februari 2026 dengan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah terdampak terluas.
Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan hingga Kamis, 19 Februari 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur menyampaikan bahwa Pelalawan mendominasi lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh Provinsi Riau.
"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas,", ujar Jim Gafur.
Rincian luas lahan terbakar meliputi Kabupaten Pelalawan 612,30 hektare, Kabupaten Bengkalis 201,01 hektare, dan Kabupaten Inderagiri Hilir 64,70 hektare.
Kabupaten Siak tercatat 63,53 hektare, Kota Dumai 30,52 hektare, Kabupaten Kampar 29,50 hektare, dan Kota Pekanbaru 14,08 hektare.
Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat 13,14 hektare, Kabupaten Rokan Hilir 10 hektare, Kabupaten Kuantan Singingi 1,5 hektare, serta Kabupaten Indragiri Hulu 1,2 hektare.
Kabupaten Rokan Hulu dilaporkan nihil lahan terbakar.
Selama tahun 2026 terdeteksi 1.849 titik panas oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Dari jumlah tersebut sebanyak 128 di antaranya merupakan titik api yang terkonfirmasi.
Tim gabungan terus melakukan pendinginan dan pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk menekan perluasan kebakaran.
Pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.
"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam NaCl untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir,", ungkap Jim Gafur.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembentukan hujan guna membantu proses pemadaman di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







