
Pantau - PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate TC Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan dalam kegiatan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat, 20 Februari 2026, sebagaimana dimuat Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 10:59 WIB dalam kanal Rilis Pers.
Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai produk tersebut telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan sehingga dinyatakan lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user khususnya TNI Angkatan Udara.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran serta Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, dan para Perwira Kelaikan Udara.
Bom BNT-250 dikembangkan melalui kerja sama PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari dengan proses verifikasi meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional.
PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan.
Sertifikasi tersebut mencakup fasilitas produksi bom P-Series P-100L, P-250L, P-500L serta fasilitas produksi Bom BNT-250.
Proses verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan yang meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.
“Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” kata Yusep Nugraha Rubani.
Sertifikat fasilitas produksi merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan untuk memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







