Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DKP Kota Tangerang Ajak Warga Pantau Harga Sembako via Aplikasi Tangerang LIVE

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DKP Kota Tangerang Ajak Warga Pantau Harga Sembako via Aplikasi Tangerang LIVE
Foto: (Sumber: Seorang warga sedang memeriksa harga-harga pangan di pasar tradisional melalui aplikasi Tangerang LIVE. ANTARA/Irfan.)

Pantau – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, mengajak masyarakat memanfaatkan fitur informasi harga pasar di aplikasi Tangerang LIVE yang menyajikan informasi harga sembako terbaru dari pasar tradisional setiap hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menyatakan, “Dengan kemudahan akses informasi harga, masyarakat bisa merencanakan belanja lebih efektif, menghemat waktu dan tenaga, serta menghindari lonjakan harga yang tidak terduga.”

Pada bulan Ramadhan, sejumlah bahan pokok kerap mengalami kenaikan harga. Fitur ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk berbelanja lebih hemat dan cerdas.

“Melalui fitur informasi harga pasar, warga tidak perlu lagi berkeliling pasar hanya untuk membandingkan harga. Cukup dalam satu genggaman, berbagai informasi harga sembako dari sejumlah pasar di Kota Tangerang dapat dipantau secara praktis, cepat dan real time,” ujar Muhdorun.

Layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan akses informasi publik sekaligus membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga secara lebih bijak.

Fitur ini menyajikan data harga berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging, cabai, hingga sayur-mayur yang diperbarui secara berkala.

“Informasi tersebut bersumber dari pemantauan langsung di pasar-pasar tradisional Kota Tangerang,” kata Muhdorun.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, cabai, bawang, daging, telur, gula, hingga minyak goreng dalam kondisi mencukupi selama Ramadhan.

“Berdasarkan laporan Neraca Pangan Januari 2026, kondisi pasokan komoditas di Kota Tangerang relatif aman dan mencukupi,” ujarnya.

Maryono menekankan bahwa periode Ramadhan dan Idul Fitri merupakan momentum krusial yang kerap diikuti peningkatan permintaan bahan pangan sehingga diperlukan langkah antisipatif yang terukur dan kolaboratif.

“Ramadan dan Idul Fitri selalu diiringi kenaikan permintaan. Kita harus memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani,” katanya.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain pemantauan harga harian di pasar tradisional, penguatan kerja sama dengan distributor dan daerah pemasok, serta peningkatan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan.

“Kita ingin memastikan sistem pengendalian berjalan dari hulu ke hilir secara optimal. Jangan sampai ada spekulasi atau hambatan distribusi yang merugikan masyarakat,” ujar Maryono.

Penulis :
Ahmad Yusuf