
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan kolaborasi industri-akademisi bersama Japan International Cooperation Agency Jepang dalam pertemuan di Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua pihak untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar berdaya saing global dan inklusif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengapresiasi kolaborasi Indonesia dan JICA yang telah terjalin lama dalam penguatan infrastruktur, fasilitas riset, serta pengembangan kapasitas perguruan tinggi melalui kemitraan dengan kampus dan perusahaan Jepang.
"Kami juga terbuka apabila JICA dapat memberikan masukan atau menghadirkan ahli untuk membantu mengidentifikasi arah dan sektor prioritas yang perlu dikembangkan Indonesia,", ujar Brian.
Kemdiktisaintek saat ini tengah menyusun master plan pengembangan infrastruktur pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai arah kebijakan nasional yang terpadu dan terbuka terhadap masukan dari JICA.
Chief Representative JICA Sachiko Takeda menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi termasuk kerja sama industri-akademisi.
JICA juga tengah merumuskan proyek untuk memperkuat sains, teknologi, dan seni di lima perguruan tinggi Indonesia.
"Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi industri-akademisi dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang,", ungkap Sachiko Takeda.
Melalui pertemuan tersebut Kemdiktisaintek dan JICA sepakat terus memperkuat sinergi dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi Indonesia.
Kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan diharapkan memperkuat ekosistem riset dan inovasi serta mendorong keterlibatan industri.
Kerja sama ini juga ditujukan untuk memperluas akses dan pemerataan kualitas pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








