Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Super Power Kebudayaan Dunia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Fadli Zon Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Super Power Kebudayaan Dunia
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan pidato saat menghadiri Studium Generale di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jawa Timur, dalam rangkaian Baitul Arqam Mahasiswa 2026, Sabtu (21/2/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan RI).)

Pantau - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan Indonesia berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia sekaligus kekuatan besar di bidang kebudayaan saat menghadiri Studium Generale di Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam rangkaian Baitul Arqam Mahasiswa 2026.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki modal kultural yang sangat besar dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, ratusan bahasa daerah, serta kekayaan tradisi lisan, manuskrip, adat, ritus, dan seni.

Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan megadiversity budaya yang berpotensi besar di panggung global.

Fadli juga menyoroti karakter historis Indonesia sebagai ruang perjumpaan berbagai peradaban yang relatif minim konflik besar dan menjunjung tinggi toleransi antaragama.

“Toleransi seperti inilah yang membuat Islam mudah diterima di berbagai tempat, termasuk di Nusantara,” ujarnya.

Ia mencontohkan warisan Hindu-Buddha seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang tetap dirawat dan dilestarikan meski Indonesia mayoritas beragama Islam.

Fadli menekankan pemajuan kebudayaan harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, swasta, serta masyarakat.

Ia menyebut kebudayaan perlu dikembangkan melalui ekonomi dan industri budaya agar menjadi penggerak pertumbuhan nasional.

Selain sebagai penggerak ekonomi, kebudayaan juga dinilai berperan sebagai instrumen diplomasi dan pembentuk jati diri bangsa.

Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia tidak hanya kaya secara budaya tetapi juga mampu menjadikannya sebagai kekuatan strategis di tingkat global.

Penulis :
Gerry Eka