
Pantau - Sebagian warga Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memilih membangun hunian sementara secara mandiri setelah menerima dana tunggu hunian dari pemerintah pascabanjir bandang.
Seorang warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Erina Siregar mengatakan, "Setelah dana dari pemerintah cair (DTH), kami langsung membelanjakan untuk membangun hunian sementara," kata Erina.
Ia mengaku memilih membangun hunian sementara secara mandiri karena dekat dengan sekolah anak dan lingkungan tempat tinggal yang masih dalam tahap pemulihan.
Pemerintah telah memberikan dana tunggu hunian selama satu bulan sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga yang dapat digunakan untuk mengontrak rumah namun rumah yang dekat dengan lokasi bencana rata-rata sudah tidak tersedia.
Ia mengatakan, "Kami membangun hunian sementara ini karena dekat dengan sekolah anak dan juga lingkungan tempat tinggal," ujar Erina.
Erina mengakui dana tunggu hunian tidak mencukupi sehingga ia menggunakan sisa tabungannya untuk membangun hunian berukuran 3x4 meter persegi.
Ia menyampaikan, "Huntara ini sudah kami bangun dua hari, dan sampai saat ini belum selesai. Kami kekurangan dana untuk menyelesaikan bangunan ini," ungkap Erina.
Warga lainnya, Haposan Silaban, juga memilih membangun hunian sementara secara mandiri di dekat lokasi bencana yang dinilai masih aman.
Haposan bersama kerabatnya membangun hunian di lahan milik warga agar pengeluaran tidak terlalu besar karena pemasukan belum stabil setelah bencana banjir bandang.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan Pemerintah Provinsi menyiapkan bantuan Rp60 juta bagi penyintas bencana banjir bandang yang rumahnya rusak berat.
Ia mengatakan, "Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat. Jadi, bagi bapak/ibu yang rumahnya rusak berat, bantuannya Rp60 juta," kata Bobby pada 19 Februari 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan







