Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPOM Pastikan Mutu dan Keamanan Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPOM Pastikan Mutu dan Keamanan Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Foto: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) di Jakarta, Senin 23/2/2026 (sumber: BPOM)

Pantau - BPOM memastikan mutu dan keamanan ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif strategis pangan nasional dan peningkatan layanan bagi jamaah haji Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 18:18 WIB usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar menghadiri Rakortas bersama 13 pimpinan dan perwakilan kementerian serta lembaga yang membahas rencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi.

Pemerintah Indonesia akan memasok beras dari petani dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu peserta haji dengan penyediaan menjadi tanggung jawab Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Perum Bulog.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan rencana pengiriman 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk ekspor perdana.

"Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi," ujarnya.

"Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan," kata Menko Zulkifli Hasan.

Sinergi Lintas Sektor dan Pengawasan Terintegrasi

Taruna Ikrar menyatakan kesiapan BPOM untuk memastikan mutu dan keamanan Beras Haji Nusantara yang diekspor sebagai simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan.

"Program ini bukan sekadar aktivitas komersial, melainkan representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jamaah haji," ungkapnya.

Ia menegaskan "Keberhasilan ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi membutuhkan sinergi lintas sektor agar terbangun sistem pengawasan yang terintegrasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin konsistensi mutu, sehingga potensi penolakan di negara tujuan dapat diminimalisasi dan pelaku usaha mendapatkan kepastian ekspor," katanya.

Sesuai mandat pengawasan pre dan post market, BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor tersebut.

Pengawasan dilakukan agar produk memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi saat proses clearance.

Kemitraan dengan SFDA dan Kepatuhan Teknis

Indonesia memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi melalui kemitraan BPOM dengan Saudi Food and Drug Authority SFDA.

Nota Kesepahaman antara BPOM dan SFDA terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan telah berjalan sejak tahun 2020.

Nota Kesepahaman tersebut menjadi landasan dalam memfasilitasi akses pasar produk pangan haji termasuk beras.

BPOM memberikan perhatian khusus pada kepatuhan terhadap persyaratan teknis dan administratif sebagai kunci keberterimaan produk di negara tujuan.

BPOM akan mengawal kewajiban pencantuman label berbahasa Arab serta format tanggal kedaluwarsa Gregorian dan atau Hijriah sesuai standar SFDA guna mencegah risiko penolakan.

Dengan pengawasan terintegrasi lintas sektor, ekspor Beras Haji Nusantara diharapkan berjalan lancar dan menjadi model kolaborasi ekspor pangan strategis Indonesia ke pasar global.

Penulis :
Leon Weldrick