
Pantau - Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) mendorong transformasi pembelajaran anak usia dini di Papua sehingga siswa PAUD di Kabupaten Keerom hingga Teluk Bintuni semakin antusias mengikuti kegiatan belajar.
Kepala Sekolah TK Pembangunan Yapis Kabupaten Keerom Winarsih mengatakan PID menjadi lompatan besar bagi pendidikan anak usia dini di wilayah perbatasan.
Ia menyatakan, "Pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah, tetapi memberi ruang bagi murid untuk aktif mencoba, memilih, dan bereksperimen dengan materi yang ditampilkan di layar interaktif,".
Ruang kelas yang sebelumnya sederhana kini berubah menjadi ruang eksplorasi digital dengan layar sentuh berukuran besar yang memungkinkan anak-anak mengenal bentuk, warna, dan berbagai objek pembelajaran melalui sentuhan langsung.
Antusiasme siswa terlihat saat pembelajaran berbasis digital dimulai karena anak-anak dapat menggambar, mewarnai, hingga mengenali objek secara mandiri melalui konten interaktif.
Praktik serupa diterapkan di PAUD/TK Negeri Pembina Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat yang sebelumnya mengandalkan papan tulis konvensional.
Bagi anak-anak di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, PID menjadi simbol kesetaraan akses pendidikan berbasis teknologi sehingga rasa percaya diri mereka tumbuh karena memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat digitalisasi pembelajaran PAUD secara nasional.
Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal PAUD Dasmen, realisasi pengiriman PID untuk jenjang PAUD telah mencapai 64.190 unit atau 100 persen dari alokasi termasuk 349 satuan PAUD di wilayah terdampak bencana.
Direktur Jenderal PAUD Dasmen Gogot Suharwoto menyatakan, "PID di ruang kelas PAUD tidak hanya menginspirasi anak-anak dengan gambar di layar, tetapi juga menggugah harapan besar bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, percaya diri, dan setara,".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







