
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 80 gempa bumi mengguncang wilayah Bengkulu sejak Januari 2026 dengan magnitudo berkisar antara 1,9 hingga 4,8 dan kedalaman 2 hingga 169 kilometer.
Gempa terbesar berkekuatan 4,8 magnitudo terjadi pada 15 Februari 2026 pukul 13.14 WIB dengan pusat gempa berada 30 kilometer barat daya Seluma, Bengkulu.
Stasiun Geofisika BMKG di Kepahiang menyebut Bengkulu rawan aktivitas seismik karena berada di dekat zona subduksi aktif Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia serta sejumlah segmen sesar aktif.
Sepanjang tahun 2025, Bengkulu mengalami 627 gempa bumi dengan 32 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Sebagian besar gempa pada 2025 tersebut berkedalaman dangkal dan memiliki magnitudo antara 2,0 hingga 4,0.
Wilayah yang paling terdampak gempa di Bengkulu meliputi Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Pengamat BMKG Tri Rizki Muksida mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi risiko gempa bumi dan bersiap melakukan evakuasi apabila merasakan getaran.
"Tetap waspada terhadap potensi risiko gempa bumi dan bersiap melakukan evakuasi apabila merasakan getaran," ungkap Tri Rizki Muksida.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak benar terkait gempa.
"Jangan mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak benar," tegasnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







