Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tokoh Adat Disebut Jadi Kunci Perdamaian Papua, Herman Yoku Soroti Peran Ondoafi dan Kepala Suku

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tokoh Adat Disebut Jadi Kunci Perdamaian Papua, Herman Yoku Soroti Peran Ondoafi dan Kepala Suku
Foto: (Sumber : Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada (17/9/2025) (ANTARA/Ardiles Leloltery).)

Pantau - Kepala Suku Besar Wikaya Kabupaten Keerom Herman Yoku menegaskan bahwa kunci perdamaian Papua berada di tangan para tokoh adat sebagai pemuka masyarakat dan pemimpin adat di Tanah Papua.

Predikat "Papua Tanah Damai" telah disandang sejak 2019 melalui deklarasi kesepakatan untuk menjaga kedamaian di Papua.

Penandatanganan deklarasi tersebut disaksikan Panglima TNI saat itu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri saat itu Jenderal Pol Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri.

Deklarasi itu ditandatangani tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda serta diakhiri dengan tanda tangan Kapolda Papua saat itu Irjen Pol Rudolf Rodja, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring, dan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.

Papua Tanah Damai merupakan visi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan kondusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun implementasi visi tersebut dinilai masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan dan konflik di berbagai wilayah.

Herman menilai seruan untuk mengakhiri konflik di Papua tidak sejalan dengan predikat "Papua Tanah Damai" yang telah disandang.

"Untuk itu, kita harus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tokoh adat sebagai pilar utama pembangunan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga kini masih terdapat korban jiwa akibat aksi kekerasan di Tanah Papua sehingga bertolak belakang dengan semangat tanah damai.

Pertemuan ondoafi dan kepala suku se-Papua bersama pemerintah daerah di Kota Jayapura pada 13 Februari 2026 disebut menjadi langkah strategis untuk mengurai berbagai persoalan.

Pertemuan tersebut juga bertujuan memperkuat peran ondoafi dan kepala suku dalam menjaga rumah besar Papua dalam bingkai NKRI.

Keterbukaan pemerintah untuk kembali menjalin komunikasi dengan ondoafi dan kepala suku dinilai sebagai momentum penting untuk mengakhiri konflik di Papua.

Ondoafi merupakan sistem kepemimpinan adat tertinggi dan tertua di Papua, khususnya pada masyarakat adat di Sentani dan Jayapura.

Ondoafi kerap disamakan dengan raja atau kepala suku tertinggi yang memimpin beberapa kampung dan garis keturunan patrilineal.

Mereka mengatur tatanan sosial, menjaga keamanan, serta memiliki kewenangan penuh atas tanah ulayat dan di beberapa wilayah disebut juga sebagai ondofolo.

Kepala suku merupakan pemimpin tertinggi atau figur sentral dalam suku, klan, atau komunitas adat yang mengatur adat istiadat, menyelesaikan masalah sosial, dan menjaga stabilitas komunitas.

Kepala suku dipilih berdasarkan kearifan lokal, senioritas, atau keturunan serta dihormati sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam komunitasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf