Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri Agama Nasaruddin Umar Dorong Mahasiswa Perkuat Tradisi Akademik di Tengah Dinamika Media Sosial

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Dorong Mahasiswa Perkuat Tradisi Akademik di Tengah Dinamika Media Sosial
Foto: (Sumber : Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Kediaman Dinas Menteri Agama, Jakarta. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong generasi muda Islam khususnya mahasiswa dan aktivis organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat tradisi akademik dan literasi keagamaan di tengah perkembangan ruang digital yang dinamis.

Ia menyatakan, “Kita melihat anak-anak muda saat ini sangat aktif di media sosial, namun terkadang belum dibarengi dengan kedalaman literatur atau tradisi riset yang kuat,”.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Kediaman Dinas Menteri Agama, Jakarta.

Menurutnya, media sosial merupakan ruang ekspresi penting bagi generasi muda namun perlu keseimbangan antara aktivitas digital dan penguatan kapasitas intelektual serta tradisi keilmuan.

Ia menyatakan, “Media sosial adalah bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari, tetapi karya yang mencerahkan harus lahir dari hasil pemikiran yang matang dan berdasar,”.

Bangun Budaya Diskusi dan Dialektika Gagasan

Ia mendorong organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan untuk membangun budaya diskusi, kajian ilmiah, serta publikasi pemikiran substantif di berbagai media arus utama.

Ia menilai dinamika dan dialektika gagasan antar mahasiswa menjadi pupuk yang baik bagi kepemimpinan masa depan.

Ia menyatakan, “Dinamika dan dialektika gagasan yang sehat dalam organisasi itu pasti membuahkan hasil yang positif. Tanpa adanya tantangan dan ruang adu gagasan secara intelektual, tidak akan ada perkembangan yang berarti bagi kematangan seorang mahasiswa,”.

Ia mengingatkan kembali warisan kejayaan intelektual dari perguruan tinggi keagamaan Islam yang menjadi perpaduan pemikiran keislaman dan kebangsaan serta menantang generasi saat ini untuk mengambil peran tersebut.

Ia menyatakan, “Tradisi intelektual yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dengan argumentasi yang baik, moderat, dan mencerahkan,”.

Di akhir arahannya, ia menegaskan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendukung penguatan literasi dan ruang dialog konstruktif di kalangan generasi muda.

Ia menyatakan, “Kita merindukan ekosistem yang mampu melahirkan kembali figur-figur pemikir Islam yang tangguh. Kementerian Agama tentu akan selalu mendukung segala ikhtiar keilmuan yang memunculkan pemikir-pemikir muda demi kemaslahatan dan kejayaan bangsa Indonesia,”.

Penulis :
Aditya Yohan