Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rusia Menawarkan Pembangunan PLTN dan Pabrik Aluminium di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Sambut Positif

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rusia Menawarkan Pembangunan PLTN dan Pabrik Aluminium di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Sambut Positif
Foto: Gubernur Kalbar Ria Norsan menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov yang membawa sejumlah investor untuk menawarkan kerja sama investasi di Kalbar (sumber: ANTARA/Rendra Oxtora)

Pantau - Rusia menawarkan kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan pembangunan pabrik pengolahan aluminium kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov bertemu Gubernur Ria Norsan di Pontianak.

Kunjungan tersebut merupakan agenda pertama Sergei Tolchenov ke Kalimantan Barat dalam rangka memperkenalkan teknologi Rusia khususnya di bidang energi nuklir.

Penawaran Pembangunan PLTN dan Industri Aluminium

Dalam pertemuan itu Tolchenov menyampaikan, "Pertama-tama kami ingin menawarkan penerapan teknologi pengelolaan PLTN yang mumpuni. Tujuan kami ke Kalbar adalah memperkenalkan teknologi pembangunan PLTN yang kami miliki sekaligus melakukan penjajakan kerja sama."

Ia menegaskan realisasi kerja sama energi nuklir sangat bergantung pada kesiapan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Tolchenov mengatakan, "Semua tergantung pada kesiapan pemerintah Indonesia dan Kalbar. Kami menunggu respons resmi dari Pemprov Kalbar terkait rencana ini."

Rusia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencari mitra strategis untuk rencana pembangunan PLTN, pabrik aluminium, serta kerja sama pendidikan.

Tolchenov menyampaikan, "Dari hasil pertemuan ini, kami melihat tanggapan yang positif dari Pemprov Kalbar dan semoga ini menjadi awal yang baik bagi kerja sama ke depan. Kami akan terus memperbarui perkembangan pembahasan ini."

Dalam kunjungan tersebut Tolchenov turut membawa sejumlah investor Rusia dari sektor pertambangan bauksit, pengolahan aluminium, serta perusahaan energi nuklir.

Perwakilan perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom Anna Belokoneva menyatakan pihaknya memiliki teknologi reaktor berkapasitas 100 hingga 1.200 megawatt per unit dengan standar keselamatan tinggi.

Anna Belokoneva mengatakan, "Kami memastikan teknologi yang kami miliki aman bagi lingkungan maupun manusia. Kami telah bekerja sama dengan sejumlah mitra internasional dan siap menjajaki kerja sama dengan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar."

Ia menambahkan bahwa jika pemerintah Indonesia dan Pemprov Kalbar menyatakan kesiapan maka pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama sesuai regulasi yang berlaku.

Perwakilan perusahaan aluminium Rusia Rusal Aleksey Mirskiy menawarkan investasi pembangunan pabrik pengolahan aluminium di Kalimantan Barat.

Aleksey Mirskiy mengatakan, "Kami siap membangun pabrik pengolahan aluminium di Kalimantan Barat. Kami telah memiliki fasilitas serupa di Rusia dan jika berkenan, kami mengundang bapak Gubernur untuk meninjau langsung pabrik kami agar dapat melihat sistem pengelolaan yang diterapkan."

Ia menilai potensi bauksit yang besar di Kalimantan Barat menjadi peluang strategis untuk pengembangan industri hilir aluminium.

Pemprov Kalbar Siapkan Lokasi dan Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut baik tawaran kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjajaki investasi.

Ria Norsan menyampaikan, "Untuk pembangunan PLTN, kami sudah menyiapkan lokasi di Pulau Semesak, Kabupaten Bengkayang. Kami memang sedang mencari investor. Jika dari Rusia bersedia menjadi investor, tentu kami menyambut baik."

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menyiapkan lokasi pembangunan PLTN di Pulau Semesak Kabupaten Bengkayang dan saat ini tengah mencari investor yang berminat.

Ria Norsan menegaskan pembahasan lanjutan akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral karena proyek PLTN merupakan kewenangan strategis nasional.

Ria Norsan mengatakan, "Kami tentu akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk proses lebih lanjut. Pembahasan teknis dan mekanisme kerja sama akan dibahas bersama pemerintah pusat."

Selain sektor energi dan industri Rusia juga menawarkan kerja sama pendidikan dengan menyediakan ratusan beasiswa setiap tahun bagi pelajar Indonesia di bidang teknologi maupun sosial budaya.

Tolchenov mendorong pelajar Kalimantan Barat memanfaatkan peluang beasiswa tersebut untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mendukung transfer teknologi.

Sebagai tindak lanjut Kedutaan Besar Rusia akan menggelar pameran investasi pada 6–9 Juli di Jakarta dan mengundang Gubernur Kalimantan Barat untuk hadir.

Ria Norsan menutup dengan menyatakan, “Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Kalbar dan Rusia, khususnya di sektor energi, hilirisasi industri, dan penguatan kapasitas pendidikan.”

Penulis :
Arian Mesa