
Pantau - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyatakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto berhasil mengantarkan Indonesia mencapai ketahanan energi di tengah dinamika global, Kamis (23/4).
Penguatan Kelembagaan dan Kebijakan Energi
Abdul Rahman Farisi mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari penggunaan kewenangan Presiden dalam memperkuat sektor energi melalui penunjukan Menteri ESDM dan pembentukan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi sejak awal Januari 2025.
“Saya melihat ada penggunaan kewenangan Presiden secara tepat dan terarah dengan menunjuk Menteri ESDM,” ungkapnya.
Ia menjelaskan satgas tersebut bertugas mempercepat hilirisasi sumber daya alam serta mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian agar lebih terintegrasi.
“Dalam struktur ini, Menteri ESDM memiliki posisi kunci sebagai ketua Satgas sehingga kebijakan tidak terfragmentasi,” ujarnya.
Selain itu, peran Menteri ESDM juga diperkuat dalam Dewan Energi Nasional (DEN) yang membuat sektor energi lebih adaptif dalam merespons dinamika global.
“Dengan desain kelembagaan yang terintegrasi tersebut, sektor energi Indonesia kini lebih adaptif dalam merespons dinamika global,” tuturnya.
Diakui Global dan Hadapi Tantangan ke Depan
Abdul menyebut capaian ketahanan energi Indonesia juga tercermin dalam laporan JPMorgan Asset & Wealth Management bertajuk Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026 yang menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia.
Dalam laporan tersebut, Indonesia memiliki tingkat perlindungan energi sekitar 77 persen yang ditopang sumber daya domestik seperti batu bara dan gas serta stabilitas pasokan dan harga energi.
“Capaian ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil mampu menghasilkan dampak nyata,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya mengantisipasi tantangan ke depan, terutama terkait ketersediaan energi domestik dan pengurangan ketergantungan impor.
“Publik mesti bisa memberi kesempatan dan mendukung langkah dan kebijakan Kementerian ESDM dalam memastikan ketersediaan bahan bakar minyak,” ujarnya.
Ia menegaskan pencapaian tersebut merupakan hasil dari desain kebijakan yang matang, inovasi, serta eksekusi yang konsisten dalam menjaga stabilitas energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








